Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim pendapatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kenaikan pendapatan lembaga investasi negara tersebut bahkan mencapai sekitar 400%.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8).
Baca Juga: Kemenhub Buka Peluang Investasi Proyek Kereta Trans Sumatra dan Trans Kalimantan
“Dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen saudara-saudara, kurang lebih,” ujar Prabowo.
Meski demikian, Kepala Negara menegaskan angka tersebut masih perlu diverifikasi melalui proses audit agar dapat dipastikan kebenarannya.
“Ini terus harus kita audit, harus kita cek. Tapi kalau pun tidak 400 persen, 300 persen atau 200 persen, ini signifikan, ini peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja,” katanya.
Prabowo menilai capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa berbagai program pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata dalam dua tahun terakhir.
Ia mengatakan pemerintah kini memiliki modal untuk menghadapi masyarakat dengan rasa percaya diri karena sejumlah program strategis telah memberikan hasil, termasuk di sektor pangan dan energi.
“Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia. Kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata,” ujarnya.
Selain menyinggung Danantara, Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai kemajuan dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurut dia, kondisi cadangan pangan nasional kini lebih kuat dibandingkan banyak negara lain yang tengah menghadapi ancaman krisis.
Di sektor energi, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas pasokan sehingga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum mengalami kenaikan meski banyak negara mulai menghadapi tekanan.
“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita. Kita bisa menjaga BBM yang disubsidi, masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang,” tutur Prabowo.
Dalam kesempatan sebelumnya, Prabowo juga memasang target agar Danantara mencapai tingkat laba atas aset atau return on asset (ROA) sebesar 7%.
Target itu disampaikan Prabowo langsung kepada CEO Danantara Rosan Roeslani saat memberikan pidato kunci dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
"Saya menuntut return on asset ya 7% lah. Kepala Danantara bisa?," tanya Prabowo.
Permintaan itu langsung direspon oleh Rosan dan memastikan pihaknya siap menjalankan target baru itu.
"Siap, siap Danantara siap," kata Rosan.
Prabowo pun menyebut bahwa target itu memang harus dipatok setinggi mungkin. Menurutnya, penetapan targat yang ambisius diperlukan agar realisasi kinerja tidak jauh di bawah ekspektasi.
Sementara itu, COO Danantara, Dony Oskaria menyampaikan total aset Danantara yang merupakan hasil penggabungan aset perusahaan-perusahaan BUMN mencapai US$900 miliar atau setara dengan Rp15.152 triliun. Dengan target RoA 7%, Prabowo menuntut Danantara mencetak tingkat pengembalian aset sebesar Rp106 triliun.
Baca Juga: Kemenhub Buka Peluang Investasi Proyek Kereta Trans Sumatra dan Trans Kalimantan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
