kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah matangkan kurikulum pendidikan vokasi


Rabu, 23 Agustus 2017 / 19:45 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia dengan mendorong penguatan pendidikan vokasional.

Deputi Koordinator Bidang Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan, penguatan tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Inpres No.9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah  Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.

Agus menjelaskan, dalam Inpres tersebut menginstruksikan kepada 12 Kementerian,1 Lembaga dan 34 Gubernur untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas dan fungsi  dan kewenangan masing-masing dalam merevitaliasi SMK.

"Dan tugas Kemenko PMK adalah melakukan pemantauan dan evaluasi serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang mendapatkan penugasan tersebut," kata Agus Sartono di Jakarta, Rabu (23/8).

Lebih jauh Agus Sartono menyatakan, keseriusan pemerintah dalam meningkatkan pendidikan vokasi ditandai juga dengan adanya perbaikan dan penyelarasan kurikulum vokasi.

"Penyelaran tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan industri serta menjamin adanya relevansi hasil lulusan dengan kebutuhan industri," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×