kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mudik lebaran


Senin, 04 Mei 2020 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Personel gabungan TNI dan Kepolisian memeriksa pengendara yang melintasi daerah perbatasan Lampung dengan Palembang di Mesuji, Lampung, Mingu (26/4/2020). Penyekatan atau pembatasan mobilitas jalan pintu masuk menuju Lampung itu untuk mencegah gelombang a


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di daerah. Kehadiran pemudik dinilai bisa membuat penyebaran virus.

"Beberapa provinsi bahkan kasusnya 0, jangan sampai ada pemudik malah ada kasus baru," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas, Senin (4/5).

Baca Juga: Duh, kasus virus corona di dunia tembus 3,5 juta

Masuknya pemudik dinilai menjadi klaster baru di sejumlah wilayah. Hal itu menjadi perhatian untuk mencegah adanya gelombang penularan baru di daerah tersebut.

Doni juga menerangkan pentingnya mudik mengingat fasilitas kesehatan di daerah yang berbeda. Kekurangan dokter juga menjadi kendala di daerah. "Sementara di daerah dokter, perawat, rumah sakit terbatas," terang Doni.

Baca Juga: Refocusing dan realokasi APBD kumpulkan Rp 63,8 triliun untuk penanganan corona

Larangan mudik juga diharapkan didorong oleh pihak selain pemerintah. Antara lain akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh non formal dapat menggencarkan ajakan untuk tidak mudik.

Asal tahu saja sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai larangan mudik. Namun, masih ada masyarakat yang dapat menembus penjagaan untuk larangan mudik tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×