kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemerintah Galang Dukungan dari Jerman untuk Proses Aksesi OECD Indonesia


Minggu, 05 November 2023 / 18:20 WIB
Pemerintah Galang Dukungan dari Jerman untuk Proses Aksesi OECD Indonesia
ILUSTRASI. Pemerintah mengharapkan dukungan dari Pemerintah Jerman dalam proses aksesi OECD.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengharapkan dukungan dari Pemerintah Jerman dalam proses aksesi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian saat melakukan kunjungan kerja ke Berlin, Jerman pada 30-31 Oktober 2023 dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral dan menggalang dukungan untuk proses aksesi Indonesia di OECD.

Sebagaimana diketahui, Jerman merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa, mitra dagang terbesar Indonesia di Uni Eropa, sekaligus salah satu negara pendiri OECD.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Pambudi beserta delegasi berkesempatan untuk melakukan beberapa pertemuan dengan Pemerintah Republik Federal Jerman.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Mencermati Dampak Penerapan Pilar Dua Pajak Global

Dalam pertemuan dengan Ketua Departemen Kebijakan Ekonomi Internasional, Perdagangan Internasional, dan Kerja Sama Ekonomi Bilateral Jerman Ralph Böhme dan Direktur Jenderal Perdagangan Kementerian Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman Dominik Schnichles, Deputi Edi menyampaikan apresiasi Indonesia atas kerja sama ekonomi yang telah terjalin baik antar kedua negara.

Selain itu, Menteri Negara Kementerian Luar Negeri Jerman Tobias Lindner juga turut memberikan dukungan terhadap proses aksesi OECD Indonesia.

Pemerintah Indoensia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Jerman pada proses keanggotaan Indonesia di Financial Action Task Force (FATF). Keanggotaan Indonesia tersebut disampaikan oleh Presiden FATF pada penutupan plenary meeting FATF di Paris, Prancis pada 27 Oktober 2023.

Selanjutnya, pertemuan juga membahas rencana tindak lanjut Joint Declaration of Intent dari Joint Economic and Investment Committee Indonesia-Jerman yang ditandatangani Menko Perekonomian dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman pada April 2023 yang lalu.

Delegasi juga mendiskusikan peluang kerja sama dan investasi kedua negara pada Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur dan kawasan industri.

Lebih lanjut, Deputi Edi yang juga merupakan Co-Sherpa G20 Indonesia, pada kunjungan kerja ini turut melakukan pertemuan dengan Head of G7/G20 Sherpa Office Jerman Lucinda Trigo Gamara.

Baca Juga: Penerapan Pajak Minimum untuk Miliarder Bisa Hasilkan US$ 250 Miliar

Pada pertemuan yang bertempat di Kantor Kanselir Republik Federal Jerman, kembali disampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia, baik selaku Presidensi G20 2022 maupun anggota Troika pada Presidensi India 2023 yang mampu menjaga kesatuan dan relevansi G20 dalam mengatasi persoalan global terkini, termasuk krisis kesehatan, pangan, energi, hingga krisis kemanusiaan yang disebabkan konflik geopolitik.

Dalam pertemuan tersebut juga didiskusikan mengenai hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi G20 di New Delhi 9-10September 2023 lalu dan prioritas Presidensi G20 selanjutnya yang akan dipimpin oleh Brasil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×