kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pemerintah Dinilai Gagal Kurangi Ketergantungan pada Impor


Minggu, 15 Oktober 2023 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan bongkar muat gula kristal putih impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/4/2023). Pemerintah Dinilai Gagal Kurangi Ketergantungan pada Impor.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor dinilai belum berhasil.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, impor pangan yang tinggi masih akan berlanjut dan akibatnya bisa menggerus neraca perdagangan.

Dia mencatat, saat ini ketergantungan Indonesia pada impor kedelai, jagung, bawang putih, daging, susu, sangat tinggi.

Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Bakal Terpengaruh Lonjakan Impor Pangan

Parahnya, sejauh ini upaya untuk menghilangkan ketergantungan pangan-pangan pokok ini dari negara lain belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Implikasinya impor pangan produk-produk tersebut akan terus berlanjut dan neraca dagang akan terus tergerus impor pangan,” tutur Eko kepada Kontan.co.id, Minggu (15/10).

Untuk mengurangi ketergantungan impor pangan, Eko menyarankan agar pemerintah meningkatkan produksi pangan, melakukan pembenahan menyeluruh pada ekosistem pertanian, termasuk pendanaan dan pemanfaatan teknologi.

Baca Juga: Kementerian Pertanian Terbitkan Rekomendasi Impor Bawang Putih Sebanyak 1,1 Juta Ton

Akan tetapi, Eko tidak melihat dampak signifikan dari meningkatnya impor pangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ini karena secara umum importir pangan paling besar dari sektor swasta.

“Baik yang impor bahan pangan secara B to B, maupun yang mendapat kuota impor dari pemerintah, sehingga ke APBN secara umum tidak berdampak sangat besar karena pelaku impornya bukan kementerian/pemerintah,” imbuhnya,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×