kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Pemerintah diminta geser dana pilkada dan ibu kota baru untuk penanganan corona


Jumat, 03 April 2020 / 11:59 WIB
Pemerintah diminta geser dana pilkada dan ibu kota baru untuk penanganan corona
ILUSTRASI. Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/4/2020). Pemerintah provinsi Sumut memperpanjang sekalig


Reporter: Barly Haliem, Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Widdi Aswindi mengapresiasi upaya pemerintah dalam menanggulangi wabah corona (Covid-19) dengan memberikan stimulus kepada masyarakat. Namun dia mengingatkan, pemerintah harus lebih cepat dan tanggap dalam menekan penyebaran corona.

Untuk menanggulangi wabah Covid-19, Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Cirus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran Rp 405,1 triliun dalam APBN 2020. Sebagai konsekuensinya, defisit APBN semakin melebar melampaui 3% produk domestik bruto (PDB).

PAN memberikan beberapa catatan mendasar, terutama pemerintah perlu berhati-hati dalam penerapan kebijakan defisit anggaran hingga 5% PDB. "Terutama karena defisit ini akan mengakibatkan utang baru sekitar Rp 830 triliun per tahun selama tiga tahun anggaran (2020-2022)," ungkap Widdi dalam pernyataan resmi yang diterima KONTAN, Kamis (2/4).

Dalam menggunakan tambahan anggaran, PAN mengingatkan agar pemerintah mengedepankan efiensi sehingga defisit dijaga sebisa mungkin tidak mencapai 5% dan memperhatikan upaya-upaya serius untuk menjadikan bujet pemerintah sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi.

>>> Mengalihkan pos anggaran yang tidak mendesak, di halaman berikutnya




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×