kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah cermati dampak kenaikan harga minyak terhadap neraca dagang


Senin, 16 September 2019 / 20:21 WIB
Pemerintah cermati dampak kenaikan harga minyak terhadap neraca dagang
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani dan Wakil Menkeu Mardiasmo

Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 85,1 juta pada Agustus lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan ditopang surplus pada neraca nonmigas US$ 840,2 juta, sedangkan neraca migas masih defisit US$ 755,1 juta. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan terus memantau perkembangan neraca perdagangan. Pasalnya, kenaikan harga minyak mentah secara signifikan berpotensi mempengaruhi kinerja neraca perdagangan Indonesia di sepanjang sisa tahun ini, terutama mengingat neraca migas yang masih defisit hingga bulan lalu.

“Perkembangan dari pasar regional, pasar global, apa yang menimbulkan faktor positif, dan seterusnya. Kita lihat trennya,” tutur Sri Mulyani saat ditemui usai rapat kerja di DPR, Senin (16/9). 

Baca Juga: Harga minyak tersulut, neraca dagang Indonesia diprediksi defisit di akhir tahun ini

Kendati begitu, Sri Mulyani juga mencermati sentimen yang tengah mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia saat ini. Seperti yang diketahui, serangan drone pada dua fasilitas produksi perusahaan minyak di Arab Saudi menyebabkan sebanyak 5,7 juta barel minyak mentah ludes dalam sehari dan memangkas 50% dari total produksi minyak negara tersebut. 

Penyerangan tersebut, lanjut Sri Mulyani, akan menimbulkan kerentanan terhadap pasar minyak mentah dunia. Menurunnya pasokan minyak mentah dari Arab Saudi diprediksi akan berdampak pada negara-negara yang selama ini mendapat suplai minyak dari sana, termasuk Indonesia. 

“Jadi disrupsi ini tentu akan menimbulkan kenaikan harga, sudah terlihat harga minyak meningkat tinggi hanya dalam sehari. Nanti kita lihat apakah dampak ini bersifat permanen atau sementara,” tutur dia. 

Baca Juga: Ini faktor yang membuat neraca perdagangan Agustus surpus US$ 85,1 juta

Ia menilai, faktor ketidakpastian dalam pengelolaan perekonomian dalam negeri saat ini memang sangat beragam. Mulai dari kebijakan pemerintah negara-negara lain terkait isu politik, geopolitik, hingga kasus serangan drone kepada pabrik minyak yang mempengaruhi pasokan minyak mentah dunia. 




TERBARU

Close [X]
×