kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.857   14,00   0,08%
  • IDX 8.218   -47,48   -0,57%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 831   -8,76   -1,04%
  • ISSI 295   -1,02   -0,34%
  • IDX30 433   -2,76   -0,63%
  • IDXHIDIV20 518   -3,55   -0,68%
  • IDX80 129   -1,20   -0,92%
  • IDXV30 143   -0,15   -0,10%
  • IDXQ30 140   -1,14   -0,81%

Pemerintah cari pinjaman luar negeri untuk tangani corona, ini saran ekonom Indef


Rabu, 29 April 2020 / 19:12 WIB
Pemerintah cari pinjaman luar negeri untuk tangani corona, ini saran ekonom Indef
ILUSTRASI. Membaca Arah Utang Indonesia ; ilustrasi utang luar negeri; hutang luar negeri


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Untuk itu, Eko menyarankan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa bersama-sama melakukan realokasi anggaran. Jika realokasi dijadikan prioritas, maka potensi pemerintah dalam melakukan utang bisa dihindari.

Selain itu, apabila dana belum mencukupi, pemerintah bisa terus melakukan pemangkasan anggaran yang tidak mendesak pada Kementerian/Lembaga (K/L) dengan porsi 20%-30%.

Eko menjelaskan, di luar skenario anggaran ini, masih ada beberapa faktor yang membuat anggaran tidak terserap dengan baik. Misalnya seperti birokrasi yang lambat, data tidak akurat, dan koordinasi yang tidak berjalan dengan optimal.

Baca Juga: Nihilkan peran DPR di APBN, Perppu 1/2020 laiknya cek kosong utak atik anggaran

Akibatnya, faktor ini membuat anggaran sebesar apa pun tidak dapat dieksekusi dengan cepat, sehingga penanganan pun menjadi tidak efektif.

"Jangan sampai telanjur utang, tetapi birokrasi tidak mampu menyerap anggaran," kata Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×