kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Pemerintah cari pinjaman luar negeri untuk tangani corona, ini saran ekonom Indef


Rabu, 29 April 2020 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Membaca Arah Utang Indonesia ; ilustrasi utang luar negeri; hutang luar negeri


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Untuk itu, Eko menyarankan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa bersama-sama melakukan realokasi anggaran. Jika realokasi dijadikan prioritas, maka potensi pemerintah dalam melakukan utang bisa dihindari.

Selain itu, apabila dana belum mencukupi, pemerintah bisa terus melakukan pemangkasan anggaran yang tidak mendesak pada Kementerian/Lembaga (K/L) dengan porsi 20%-30%.

Eko menjelaskan, di luar skenario anggaran ini, masih ada beberapa faktor yang membuat anggaran tidak terserap dengan baik. Misalnya seperti birokrasi yang lambat, data tidak akurat, dan koordinasi yang tidak berjalan dengan optimal.

Baca Juga: Nihilkan peran DPR di APBN, Perppu 1/2020 laiknya cek kosong utak atik anggaran

Akibatnya, faktor ini membuat anggaran sebesar apa pun tidak dapat dieksekusi dengan cepat, sehingga penanganan pun menjadi tidak efektif.

"Jangan sampai telanjur utang, tetapi birokrasi tidak mampu menyerap anggaran," kata Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×