Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia memblokir platform prediction market Polymarket sebagai bagian dari langkah penertiban perjudian online.
Pemblokiran dilakukan beberapa hari setelah platform tersebut ramai diperbincangkan karena memuat taruhan terkait kemungkinan berakhirnya masa jabatan Presiden Prabowo Subianto sebelum 2029.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai aktivitas di Polymarket masuk kategori perjudian online karena memfasilitasi taruhan dan spekulasi atas peristiwa yang belum pasti terjadi.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan, platform itu melanggar hukum Indonesia lantaran mengandung unsur taruhan terhadap berbagai peristiwa, termasuk politik dan ekonomi.
Baca Juga: Termasuk Judi Online, Komdigi Blokir Polymarket Seperti di Negara Lain
"Polymarket diklasifikasikan sebagai platform perjudian online karena aktivitasnya memuat taruhan dan spekulasi atas kejadian yang belum pasti," kata Alexander dalam keterangannya.
Indonesia sendiri melarang segala bentuk perjudian, termasuk praktik taruhan digital. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir juga terus memperketat pengawasan terhadap situs dan aplikasi judi online yang dinilai semakin marak.
Nama Polymarket mulai menjadi sorotan di media sosial Indonesia pekan lalu setelah muncul pasar taruhan bertajuk kapan Prabowo akan lengser dari kursi presiden. 
Taruhan itu dibuka pada 21 Mei 2026, sehari setelah Prabowo mengumumkan rencana besar untuk memusatkan pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia seperti batu bara dan minyak sawit.
Baca Juga: Prabowo Salat Iduladha 1447 H Bersama Diaspora Indonesia di Paris
Kebijakan ekonomi tersebut belakangan menjadi perhatian pelaku pasar dan investor karena dinilai memperbesar kontrol pemerintah terhadap sektor komoditas utama.
Selain memblokir platformnya, pemerintah juga menyisir akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket untuk mencegah penyebaran aktivitas serupa di ruang digital Indonesia.
Di sisi lain, Polymarket menyatakan siap berdialog dengan pemerintah Indonesia terkait kebijakan tersebut. Juru bicara Polymarket mengatakan perusahaan membuka peluang kerja sama untuk mencari jalan tengah yang tetap mendukung inovasi dan perlindungan pengguna.
"Kami menyambut peluang untuk berdiskusi dengan Indonesia demi mendukung inovasi yang bertanggung jawab, transparansi, dan perlindungan pengguna dalam prediction market," ujar juru bicara Polymarket.
Baca Juga: Usai Lawatan Luar Negeri, Prabowo Pimpin Ratas Pantau Program Strategis
Prediction market seperti Polymarket memungkinkan pengguna memasang prediksi terhadap berbagai peristiwa, mulai dari olahraga, pemilu, hingga kebijakan politik.
Industri ini berkembang pesat secara global dan bernilai miliaran dolar, meski di sejumlah negara masih menuai kontroversi karena dianggap menyerupai praktik perjudian ilegal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













