kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Pemerintah beri waktu 15 hari untuk Pemprov Aceh


Rabu, 03 April 2013 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Pengusaha ritel resah dengan kebijakan Pemda DKI tertibkan pajangan rokok


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) memberikan waktu kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) selama 15 hari untuk melakukan evaluasi terhadap bendera dan lambang baru Aceh. Selama itu, pemerintah meminta Pemprov untuk tidak mengibarkan bendera dan memasang lambang baru Aceh.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Pemprov Aceh, Wali Nanggroe dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kemdagri meminta agar lambang dan bendera Aceh yang baru itu tidak boleh digunakan. Pasalnya, lambang tersebut menyerupai lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang merupakan lambang separatis.

Selain bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2007, menurut Perjanjian Hensinki antara GAM dan Pemerintah Indonesia, dengan adanya perdamaian maka simbol-simbol GAM tidak boleh lagi dipakai. Terkait permintaan itu, Pemprov Aceh dan DPRA meminta waktu untuk mendiskusikan 12 poin hasil evaluasi pemerintah pusat terhadap bendera dan lambang baru Aceh.

Menurut Gamawan, reaksi masyarakat Aceh cukup positif dan banyak yang mengibarkan bendera merah putih pada kunjungan Dirjen Otonomi Daerah Selasa (2/1)  di Aceh. Artinya menurut Gamawan, ada sambutan yang positif. Lambang atau bendera daerah idealnya merupakan alat pemersatu ideal itu, dan karenanya tidak boleh ada pro dan kontra.

Rencananya, Mendagri juga akan berangkat ke Aceh besok (4/4) untuk melanjutkan pembicaraan terkait bendera dan lambang Aceh ini. Mendagri menegaskan, masyarakat Aceh kehilangan muka atas evaluasi bendera dan lambang tersebut. Sementara pemerintah pusat juga tidak melebih-lebihkan persoalan ini.

Apalagi menurut Gamawan sudah banyak peraturan daerah lain yang dibatalkan pemerintah pusat di daerah lain. Gamawan bilang, sudah ada lebih 8.500 perda yang dibatalkan dalam waktu 3,5 tahun.br />

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×