kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pemerintah berharap produksi minyak mentah tak meleset terlalu jauh dari target


Kamis, 15 September 2011 / 11:47 WIB
ILUSTRASI. Perkuat distribusi di tengah pandemi, ini strategi Lautan Luas (LTLS).


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Produksi minyak mentah masih belum memenuhi target pemerintah. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berharap realisasi produksi minyak mentah (lifting) tidak meleset jauh dari target semula.

Hatta mengungkapkan, realisasi lifting minyak mentah saat ini masih di kisaran 915.000 barel per hari. Tapi, ia masih optimis target lifting minyak masih bisa dikejar. "Kami harapkan bisa dikejar. Kalaupun meleset, saya harapkan tidak terlalu banyak," ujarnya sebelum rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (15/9).

Dalam APBNP 2011, pemerintah telah memasang target produksi minyak mentah sebesar 945.000 barel per hari. Jumlah ini sudah lebih rendah ketimbang target lifting yang dipatok dalam APBN 2011 sebesar 950.000 barel per hari.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan rendahnya realisasi lifting minyak mentah ini disebabkan karena masih minimnya sumber minyak baru yang siap dieksplorasi. Menurutnya, lifting minyak mentah Indonesia baru bisa optimal pada tahun 2014 nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×