kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pemerintah belum terapkan sistem ekonomi pancasila, lalu sekarang sistem apa?


Senin, 07 Oktober 2019 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi Pancasila


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

Ia bilang, ekonomi pancasila dapat mempersempit kesenjangan antar kelompok.

Sebab, sistem ekonomi tersebut memfokuskan penguatan dan pengembangan pemberian akses likuiditas, akses kapital, sumber daya manusia, pasar, dan teknologi kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya sekitar 64 juta UMKM.

Baca Juga: Ini 5 rekomendasi ekonomi KEIN untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Arif mengatakan, jika Pancasila dijadikan sebagai platform ekonomi, maka inflasi dan stabilitas dapat terjaga dengan baik serta fundamental ekonomi menjadi kuat.

"Pertumbuhan ekonomi bisa dijaga, lebih tinggi, berkualitas, tidak hanya 5 persen, bahkan bisa 6-7 persen, bahkan bisa lebih dari itu kalau jalan ekonomi itu digerakkan oleh basis potensi yang utama. (Yaitu) Dengan bekerja sama antara yang besar usaha besar, koperasi, dan UMKM yang jumlahnya sangat banyak, 64 juta," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×