kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Pemerintah belum terapkan sistem ekonomi pancasila, lalu sekarang sistem apa?


Senin, 07 Oktober 2019 / 17:21 WIB
Pemerintah belum terapkan sistem ekonomi pancasila, lalu sekarang sistem apa?
ILUSTRASI. Ekonomi Pancasila


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Ia bilang, ekonomi pancasila dapat mempersempit kesenjangan antar kelompok.

Sebab, sistem ekonomi tersebut memfokuskan penguatan dan pengembangan pemberian akses likuiditas, akses kapital, sumber daya manusia, pasar, dan teknologi kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya sekitar 64 juta UMKM.

Baca Juga: Ini 5 rekomendasi ekonomi KEIN untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Arif mengatakan, jika Pancasila dijadikan sebagai platform ekonomi, maka inflasi dan stabilitas dapat terjaga dengan baik serta fundamental ekonomi menjadi kuat.

"Pertumbuhan ekonomi bisa dijaga, lebih tinggi, berkualitas, tidak hanya 5 persen, bahkan bisa 6-7 persen, bahkan bisa lebih dari itu kalau jalan ekonomi itu digerakkan oleh basis potensi yang utama. (Yaitu) Dengan bekerja sama antara yang besar usaha besar, koperasi, dan UMKM yang jumlahnya sangat banyak, 64 juta," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×