kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Pemerintah Akan Tarik Pinjaman LN US$ 1,8 M dan Pertimbangkan Penerbitan Global Bond


Minggu, 11 Oktober 2026 / 16:50 WIB
Pemerintah Akan Tarik Pinjaman LN US$ 1,8 M dan Pertimbangkan Penerbitan Global Bond
ILUSTRASI. Realisasi belanja pemerintah pusat hingga September 2026 mencapai Rp 2.061,3 triliun (DOK/nurtiandriyani simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan penarikan pinjaman luar negeri sebesar US$ 1,8 miliar pada kuartal IV-2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang penerbitan obligasi global atau global bond dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan internasional.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Suminto mengatakan, penarikan pinjaman tersebut berasal dari program bilateral dan multilateral pada kuartal IV-2026.

"Selain itu, kami juga masih memiliki potensi penarikan pinjaman program dari bilateral dan multilateral sebesar US$ 1,8 miliar, siap untuk ditarik pada kuartal IV," ujar Suminto, Jumat (9/10/2026).

Lebih lanjut Suminto menyebut, pemerintah masih mempertimbangkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam valuta asing (valas) atau global bond. Namun, keputusan penerbitan surat utang tersebut akan bergantung pada perkembangan pasar keuangan global yang saat ini masih dinamis.

Baca Juga: Indonesia Dapat Pinjaman Baru US$650 Juta dari ADB, Ini Penggunaannya

"Kami open minded dengan melihat kondisi pasar keuangan global yang saat ini memang sangat dinamis. Namun, space untuk penerbitan itu (SBN Valas/Global bond) masih ada, subject to market condition," kata Suminto dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Oktober, Jumat (9/10/2026).

Meski begitu, dari sisi persiapan, Suminto mengaku pihaknya telah menyiapkan dokumentasi hukum dan dokumen transaksi yang diperlukan untuk mendukung penerbitan tersebut.

Adapun strategi pembiayaan utang pemerintah pada kuartal IV-2026 disusun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN dengan mengacu pada proyeksi defisit dalam Laporan Semester (Lapsem) sebesar 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Selain penarikan pinjaman luar negeri dan opsi penerbitan SBN valas, pemerintah juga akan mengoptimalkan penerbitan SBN di pasar domestik.

Baca Juga: Hadapi Era Higher for Longer, Pemerintah Perlu Percepat Penerbitan Global Bond

Kemenkeu menjadwalkan 12 kali lelang SBN reguler pada kuartal IV-2026, yang terdiri dari enam kali lelang Surat Utang Negara (SUN) dan enam kali lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Pemerintah juga menjadwalkan dua kali penerbitan SBN ritel, yakni Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 untuk instrumen konvensional dan Sukuk Tabungan seri ST017 untuk instrumen syariah.

Melalui kombinasi berbagai instrumen tersebut, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN hingga akhir tahun dengan tetap memperhatikan dinamika pasar keuangan global dan biaya penerbitan utang.

Baca Juga: Suku Bunga The Fed Naik, Pemerintah Perlu Cermat Pilih Denominasi Global Bond

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×