kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.854   8,00   0,05%
  • IDX 8.865   -71,77   -0,80%
  • KOMPAS100 1.224   -5,29   -0,43%
  • LQ45 865   -2,62   -0,30%
  • ISSI 323   -1,01   -0,31%
  • IDX30 440   0,14   0,03%
  • IDXHIDIV20 519   2,21   0,43%
  • IDX80 136   -0,57   -0,42%
  • IDXV30 144   -0,32   -0,22%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

Pemerintah akan cari cara turunkan harga-harga


Senin, 30 Maret 2015 / 14:23 WIB
Pemerintah akan cari cara turunkan harga-harga
ILUSTRASI. Manfaat minyak kemiri untuk kesehatan.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar menjadi masing-masing Rp 7.300 per liter dan Rp 6.900 per liter. Kenaikan BBM ini akan berdampak pada kenaikan harga pangan dan kebutuhan lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan untuk meredam kenaikan harga, pemerintah perlu melakukan pembenahan struktur pasar. Struktur pasar perlu dilakukan karena jika harga BBM naik maka harga barang ikut naik. Sedangkan jika harga BBM turun, harga barang tidak ikut turun.

Menurutnya, struktur pasar Indonesia tidak cukup sehat dengan masih banyaknya praktik oligopoli. "Struktur pasar ini yang harus dibereskan tapi perlu waktu karena sudah lama sekali," ujarnya, Senin (30/3).

Cara mengatasi hal ini pemerintah akan memperkuat peran Badan Urusan Logistik (Bulog). Sementara itu, pemerintah juga akan memperkuat Undang-undang Anti Monopoli.

Ia menambahkan, negara tetangga Indonesia yaitu Filipina inflasinya lebih rendah dari Indonesia. Padahal, negara tersebut juga adalah negara kepulauan. "Selama ini kita terlalu tinggi karena struktur pasar," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×