kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.891.000   25.000   1,34%
  • USD/IDR 16.445   -75,00   -0,45%
  • IDX 7.107   66,36   0,94%
  • KOMPAS100 1.034   12,73   1,25%
  • LQ45 806   9,73   1,22%
  • ISSI 223   1,91   0,86%
  • IDX30 421   5,94   1,43%
  • IDXHIDIV20 502   10,81   2,20%
  • IDX80 116   1,41   1,23%
  • IDXV30 120   2,66   2,27%
  • IDXQ30 138   2,04   1,50%

Pembangunan infrastruktur masih perlu dilanjutkan


Minggu, 20 Agustus 2017 / 16:09 WIB
Pembangunan infrastruktur masih perlu dilanjutkan


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 sebesar 5,4%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan target pertumbuhan ekonomi tersebut, investasi harus tumbuh lebih baik lagi.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, target yang tertuang dalam RAPBN 2018 tersebut pemerintah mendesain dengan mempertimbangkan apa yang dicanangkan sejak lama, yaitu memperkuat daya saing dan mengundang investasi masuk.

“Pemerintah tetap dorong infrastruktur harus dilanjutkan walaupun ada kritik bahwa infrastruktur belum berperan terhadap ekonomi daerah. Tapi menurut saya ini masih dibutuhkan oleh masyarakat di luar Jawa,” kata dia di Jakarta, Sabtu (19/8).

Terpisah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai, memang banyak faktor yang mempengaruhi investor masuk ke suatu negara. Deputi Koordinator Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, termasuk ketersediaan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan, listrik dan tersedianya SDM yang terdidik.

“Paket-paket deregulasi yang diluncurkan oleh pemerintah yang intinya memberikan kemudahan berusaha dan fokus utama pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur telah memberikan sinyal positif dan optimisme bahwa keadaan Indonesia akan lebih baik daripada saat ini,” kata Azhar.

Bila iklim investasi tetap dijaga, maka minat investasi ke tanah air akan lebih baik. Saat ini, Indonesia menjadi lokasi yang diminati untuk investasi setelah Amerika Serikat, China dan India berdasarkan survei UNCTAD tahun 2017 terhadap CEO perusahaan-perusahaan multinasional. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Driven Financial Analysis Thrive

[X]
×