kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Hashim Beberkan Prabowo Pertanyakan Program 3 Juta Rumah Terkesan Lambat


Senin, 16 Maret 2026 / 16:20 WIB
Hashim Beberkan Prabowo Pertanyakan Program 3 Juta Rumah Terkesan Lambat
ILUSTRASI. Program 3 Juta Rumah Picu Pertumbuhan Bisnis Properti 2025 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mulai mempertanyakan progres pembangunan program 3 juta rumah yang dinilai berjalan lambat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, dalam pertemuan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait optimalisasi lahan untuk hunian, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Hashim menceritakan, dalam pertemuannya dengan Presiden beberapa minggu lalu, program perumahan menjadi salah satu poin yang disoroti secara serius. Prabowo disebut merasa bahwa realisasi di lapangan belum sesuai dengan ekspektasi kecepatan yang diinginkan pemerintah.

"Saya terus terang saja, saya beberapa minggu yang lalu bertemu dengan Presiden. Bicara mengenai program ini, Presiden tanya, kenapa kok program perumahan agak lambat? Kesannya lambat. Kesan di pemikiran Presiden," ujar Pria yang juga merupakan adik kandung Presiden Prabowo tersebut.

Baca Juga: Kemenhut Kaji Skema Perdagangan Karbon untuk Pendanaan Taman Nasional

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hashim memberikan penjelasan mengenai kendala struktural yang dihadapi. Salah satu faktor utamanya adalah proses transisi kelembagaan mengingat kementerian yang membidangi perumahan saat ini merupakan instansi yang baru dibentuk kembali.

"Saya jelaskan terus terang saja ada masalah birokrasi, kementerian perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun, dan sebagainya-sebagainya," jelasnya.

Meski demikian, Hashim optimistis target besar tersebut akan segera menunjukkan akselerasi melalui kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini partisipasi dari BUMN, seperti KAI dalam penyediaan lahan strategis, akan menjadi kunci untuk mewujudkan keinginan Presiden agar program ini berjalan lebih cepat.

"Tapi sebetulnya Presiden ingin ini cepat, cepat, dan terus terang saja saya lihat saya bisa laporkan ke beliau dengan Kereta Api Indonesia dengan partisipasi bapak-bapak dan ibu-ibu dari KAI ini akan segera terwujud," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×