kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pelebaran defisit akan dibahas di sidang kabinet


Kamis, 15 September 2016 / 22:07 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa ada pelebaran defisit pada APBN 2016, namun tidak melebihi 3% sesuai amanat undang-undang.

"Kami telah menyampaikan kepada bapak presiden dan akan dibahas dalam sidang kabinet, besok. Salah satunya mengusulkan pada 2016 ini ada sedikit pelebaran defisit," ujar Sri Mulyani saat rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (15/9).

Hal ini disebabkan target penerimaan negara, baik pajak, bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam APBN 2016 tidak tercapai, sehingga perlu adanya langkah-langkah untuk mengamankan APBN.

Langkah yang akan dilakukan yaitu melakukan penyesuaian dengan melakukan pemotongan anggaran dan penundaan belanja di pos belanjanya. "Dan dikombinasikan dengan pelebaran defisit," ungkapnya.

Menurutnya, pemotongan anggaran ini akan sesuai dengan rambu-rambu keuangan negara yang mengharuskan untuk tidak mencapai defisit melebihi 3%. Kemudian pihak Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan juga akan melakukan monitoring pada seluruh APBD dan melakukan estimasi berapa jumlah defisit daerah dalam setahun. Dan jumlah dari defisit APBD ditambah jumlah defisit APBN tidak melebihi 3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×