kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pelebaran defisit akan dibahas di sidang kabinet


Kamis, 15 September 2016 / 22:07 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa ada pelebaran defisit pada APBN 2016, namun tidak melebihi 3% sesuai amanat undang-undang.

"Kami telah menyampaikan kepada bapak presiden dan akan dibahas dalam sidang kabinet, besok. Salah satunya mengusulkan pada 2016 ini ada sedikit pelebaran defisit," ujar Sri Mulyani saat rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (15/9).

Hal ini disebabkan target penerimaan negara, baik pajak, bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam APBN 2016 tidak tercapai, sehingga perlu adanya langkah-langkah untuk mengamankan APBN.

Langkah yang akan dilakukan yaitu melakukan penyesuaian dengan melakukan pemotongan anggaran dan penundaan belanja di pos belanjanya. "Dan dikombinasikan dengan pelebaran defisit," ungkapnya.

Menurutnya, pemotongan anggaran ini akan sesuai dengan rambu-rambu keuangan negara yang mengharuskan untuk tidak mencapai defisit melebihi 3%. Kemudian pihak Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan juga akan melakukan monitoring pada seluruh APBD dan melakukan estimasi berapa jumlah defisit daerah dalam setahun. Dan jumlah dari defisit APBD ditambah jumlah defisit APBN tidak melebihi 3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×