kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS995.000 -1,19%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Pelajaran sejarah bakal dihapus? Ini pernyataan resmi Mendikbud Nadiem


Senin, 21 September 2020 / 07:43 WIB
Pelajaran sejarah bakal dihapus? Ini pernyataan resmi Mendikbud Nadiem
ILUSTRASI. Beredar isu bahwa mata pelajaran sejarah akan dihapus dari kurkulum nasional. Namun hal itu dibantah oleh Mendikbud Nadiem.  

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beredar isu bahwa mata pelajaran sejarah akan dihapus dari kurkulum nasional. Terkait hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membantahnya. Dia bilang,  penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan hingga 2022. Pernyataan ini sekaligus untuk menegaskan bahwa mata pelajaran sejarah tak akan dihapus. 

"Penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai tahun 2022. Pada 2021, kami akan melakukan berbagai macam prototyping di Sekolah Penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional," ujar Nadiem di Jakarta, Minggu (20/9/2020), dikutip dari Antara. 

"Jadi, sekali lagi tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi, penghapusan mata pelajaran sejarah," tambahnya. 

Nadiem menambahkan, isu soal dihapuskannya mata pelajaran Sejarah karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum. Dia mengatakan, pihaknya memiliki puluhan versi berbeda, sekarang yang sedang melalui FGD dan uji publik. Semuanya belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final. 

Baca Juga: Bakal cair pekan ini, bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud

Nadiem menegaskan bahwa misinya sebagai Mendikbud kebalikan dari isu yang timbul (penghapusan mata pelajaran sejarah). "Saya ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi mereka," ucapnya. 

Dia pun meminta masyarakat tidak meragukan komitmennya akan sejarah kebangsaan karena misinya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak. 

Baca Juga: Pesan Mendikbud Nadiem Makarim: Mohon kembali ke Indonesia, negara butuh Anda

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×