CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 -0,70%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

PeduliLindungi bisa deteksi warga positif Covid-19, begini caranya


Selasa, 14 September 2021 / 04:04 WIB
PeduliLindungi bisa deteksi warga positif Covid-19, begini caranya
ILUSTRASI. Aplikasi PeduliLindungi bisa mendeteksi ada 3.830 orang positif Covid-19 yang beraktivitas di tempat-tempat umum. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi PeduliLindungi bisa mendeteksi ada 3.830 orang positif Covid-19 yang beraktivitas di tempat-tempat umum. Bagaimana cara kerjanya? 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati membeberkan hal tersebut. Dia menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi terkoneksi dengan data New All Record (NAR) yang menampung data hasil swab test atau tes usap dari berbagai tempat. 

"Jika seseorang test swab, hasilnya akan diinput ke dalam NAR, data NAR akan masuk ke PL (PeduliLindungi) karena sudah terhubung," kata Widyawati saat dihubungi, Senin (13/9/2021). 

Widyawati mengatakan, tidak semua tempat swab test hasil tesnya akan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi. "(Hanya) yang masuk dalam NAR," ujar dia.

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali diperpanjang lagi, kapan akan berakhir? Ini jawaban pemerintah

Dikutip dari situs litbang.kemkes.go.id, ada 835 laboratorium jejaring pemeriksa Covid-19 yang menginput data ke NAR dalam 3 minggu terakhir. 

Sementara, dalam rapat dengan Komisi IX DPR pada Senin ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa orang-orang yang positif Covid-19 akan memiliki status warna hitam dalam aplikasi PeduliLindungi miliknya. 

Budi mengatakan, selain terkoneksi dengan hasil tes Covid-19, aplikasi PeduliLindungi juga terkoneksi dengan data vaksinasi Covid-19 seseorang. 

Dengan demikian, aplikasi itu akan berfungsi sebagai alat screening dari masyarakat yang hendak beraktivitas di tempat publik untuk kegiatan perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor/pabrik, keagamaan, dan pendidikan. 

Baca Juga: Pengusaha sambut baik upaya pelonggaran PPKM dengan skrining ketat

"Sehingga pada saat setiap kali mereka melakukan aktivitas yang 6 (kegiatan) tadi ketahuan statusnya seperti apa dan nanti statusnya ini akan menentukan apakah yang bersangkutan boleh masuk atau tidak, itu fungsi screening dari PeduliLindungi," kata Budi. 

Sebelumnya, Budi mengungkapkan, PeduliLindungi mendeteksi terdapat 3.830 orang positif Covid-19 yang masih beraktivitas di tempat umum. 

"Kita bisa lihat, surprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam. Hitam itu artinya positif Covid, tapi masih jalan-jalan," kata Budi, Senin. 

"Padahal, orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid yang harusnya stay di di rumah atau diisolasi terpusat di karantina," ujar Budi. 

Baca Juga: Sudah vaksinasi tapi sertifikat vaksin belum muncul juga? Ini solusi dari Kemenkes

Kendati demikian, Budi mengeklaim, aplikasi PeduliLindungi juga memudahkan pelacakan terhadap orang-orang positif Covid-19 yang masih berkeliaran tersebut untuk kemudian dibawa ke tempat isolasi. 

"Karena begitu mereka check in kita tahu mereka ada di mana, jam berapa, sehingga kalau positif kemudian kita bisa dengan cepat melakukan tracing siapa saja yang di jam itu ada di lokasi," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Cara PeduliLindungi Bisa Deteksi Warga Positif Covid-19"
Penulis : Ardito Ramadhan
Editor : Dani Prabowo

 

Selanjutnya: Pemerintah akan terapkan ganjil genap di tempat wisata dari Jumat sampai Minggu

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×