kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.770   -97,00   -0,54%
  • IDX 6.501   106,39   1,66%
  • KOMPAS100 841   15,36   1,86%
  • LQ45 637   9,64   1,54%
  • ISSI 229   4,88   2,17%
  • IDX30 355   4,15   1,18%
  • IDXHIDIV20 431   3,56   0,83%
  • IDX80 96   1,68   1,78%
  • IDXV30 120   1,10   0,93%
  • IDXQ30 112   1,17   1,05%

Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan Pascabencana, Gibran Tinjau SD di NTT


Kamis, 20 Agustus 2026 / 14:12 WIB
Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan Pascabencana, Gibran Tinjau SD di NTT
ILUSTRASI. Wapres Gibran (Dok/Setwapres)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Kamis (20/08/2026), sebagai lokasi pertama peninjauan penanganan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak tetap menjadi perhatian pemerintah di tengah proses penanganan pascabencana yang melanda wilayah sekitar.

Ia memastikan keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab negara, termasuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap menjadi prioritas dalam proses penanganan dan pemulihan.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun

Dalam kunjungannya ke SD Inpres LXXVI Wairklau yang saat ini difungsikan juga sebagai posko pengungsian, Gibran melihat kondisi sekolah dan berbincang dengan pihak terkait serta masyarakat yang berada di lokasi.

Ia juga menanyakan kepada para pengungsi apakah anak-anak telah memperoleh makanan yang cukup serta memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka.

“Anaknya sudah makan?” tanya Gibran, mengutip keterangannya, Kamis (20/8/2026).

“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan.

Gibran juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu yang berada di lokasi.

“Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujar Wapres.

“Makasih, Pak,” jawab ibu tersebut.

Melalui peninjauan ini, ia ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan tetap hadir di tengah situasi darurat. Pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.

Baca Juga: Angkat PPPK Jadi PNS, Menkeu Tambah Anggaran Belanja Pegawai Rp 31 Triliun di 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×