Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika harga, ketersediaan kedelai menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan produksi tahu dan tempe. Selain harga, perajin membutuhkan kepastian pasokan agar produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pada September 2026, stok kedelai impor nasional tercatat sekitar 475.000 ton dan dinilai masih mencukupi kebutuhan nasional. Sementara harga kedelai yang diterima sejumlah perajin di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi berada di kisaran Rp 11.100-Rp 11.600 per kilogram.
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo), Hidayatullah Suralaga mengatakan, pergerakan harga kedelai dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai harga komoditas global, nilai tukar, biaya logistik hingga kondisi geopolitik dan perdagangan internasional.
Namun, kondisi industri tahu dan tempe tidak cukup dilihat hanya dari pergerakan harga kedelai. Ketersediaan bahan baku juga menentukan kemampuan pengrajin mempertahankan produksi. Dalam kondisi pasar yang dinamis, yang perlu dijaga bukan hanya harga, tetapi juga ketersediaan barang.
Perajin membutuhkan kepastian bahwa kedelai tersedia ketika dibutuhkan, sehingga mereka dapat merencanakan produksi dengan lebih baik,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (16/9).
Baca Juga: Suahasil 2 Kali Bungkam Saat Ditanya Soal Setoran Rp 120 Triliun dari Danantara
Menurutnya, kelancaran distribusi juga perlu dijaga karena kondisi harga dapat berbeda antarwilayah. Biaya transportasi, akses logistik, kondisi geografis hingga gangguan distribusi dapat memengaruhi harga yang diterima pengrajin.
“Rantai pasok kedelai saling berkaitan. Yang perlu kita jaga adalah kelancaran distribusi dan ketersediaan barang, sehingga pengrajin memiliki kepastian untuk terus berproduksi dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” kata Hidayatullah.
,Bagi perajin, kepastian pasokan membantu menentukan volume produksi dan kebutuhan modal sekaligus menjaga kontinuitas pasokan tahu dan tempe kepada konsumen.
Akindo menilai stabilitas industri tahu dan tempe pada akhirnya bergantung pada tiga faktor yang saling berkaitan, yakni harga bahan baku, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














