kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Media Asing Ini Ungkap Alasan Purbaya Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan


Rabu, 16 September 2026 / 22:47 WIB
Diperbarui Rabu, 16 September 2026 / 23:03 WIB
Media Asing Ini Ungkap Alasan Purbaya Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
ILUSTRASI. Sertijab Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan dan menggantinya dengan Suahasil Nazara.

Menurut tiga sumber pemerintah yang dikutip Reuters, pergantian tersebut antara lain dipicu konflik internal terkait perombakan ratusan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Konflik disebut melibatkan Purbaya dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama terkait rotasi pejabat di lingkungan Kemenkeu, terutama pada Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca Juga: BGN Suspend 1.276 SPPG MBG, 654 Terancam Ditutup Permanen

Djaka dan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto disebut keberatan terhadap rotasi tersebut karena tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut sumber Reuters, Djaka kemudian menyampaikan keberatan tersebut langsung kepada Prabowo.

Djaka dan Bimo berada di bawah Menteri Keuangan dalam struktur Kemenkeu. Namun, menurut salah satu sumber, keduanya merupakan pejabat yang dipilih oleh Prabowo.

Djaka sebelumnya merupakan bagian dari tim pasukan khusus yang pernah dipimpin Prabowo saat berdinas di militer.

Djaka membantah adanya konflik sebelum pencopotan Purbaya. Sementara itu, Bimo dan kantor kepresidenan tidak memberikan tanggapan kepada Reuters.

Pergantian tersebut secara resmi telah dilakukan. Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya.

Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan kemudian melakukan serah terima jabatan dengan Purbaya pada Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: Potensi Besar, Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Alam Belum Maksimal

Rotasi pejabat jadi pemicu

Perselisihan tersebut memuncak dalam acara pelantikan dan pengukuhan ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026).

Dalam acara tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa rotasi dilakukan berdasarkan penilaian profesional serta konsultasi dengan pejabat terkait.

Menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Djaka kemudian menyampaikan keberatannya kepada Prabowo pada Jumat (11/9/2026), sebelum Presiden bertolak ke India untuk menghadiri KTT BRICS.

Prabowo kembali ke Jakarta pada Senin. Pada hari yang sama, Purbaya mendapat informasi mengenai pencopotannya melalui telepon dari juru bicara Presiden ketika tengah mengikuti rapat dengan DPR yang membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2027, menurut salah satu sumber Reuters.

Sehari setelahnya, Purbaya mengatakan perombakan internal Kemenkeu turut berperan dalam pencopotannya.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai persoalan tersebut.

Baca Juga: Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Pantau Penerbangan

Ada perbedaan soal restitusi pajak

Perselisihan di internal Kemenkeu disebut tidak hanya berkaitan dengan rotasi pejabat.

Menurut salah satu sumber, Purbaya dan Bimo juga memiliki perbedaan pandangan terkait restitusi pajak.

Bimo disebut mendukung pembayaran restitusi secara tepat waktu, sementara Purbaya cenderung meminta proses pengembalian dana dilakukan lebih hati-hati untuk memastikan klaim perusahaan telah diperiksa dan mencegah kebocoran penerimaan negara.

Sementara itu, Suahasil mengatakan akan melakukan peninjauan terhadap seluruh keputusan pengangkatan pejabat tersebut setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan.

Dalam pesan kepada pejabat senior Kemenkeu pada Jumat yang dilihat Reuters, Suahasil disebut telah menyarankan Purbaya menunda pelantikan pejabat sampai keberatan dari pimpinan Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai diselesaikan.

Kantor Bea dan Cukai kemudian menyatakan masih menunggu arahan dari Menteri Keuangan yang baru terkait pengangkatan pejabat tersebut.

Baca Juga: Alasan Dirjen Pajak Minta Menkeu Suahasil Tunda Rotasi Pejabat

Purbaya sebelumnya berselisih dengan sejumlah pejabat

Perselisihan dengan pejabat di Kemenkeu bukan satu-satunya perbedaan yang pernah terjadi selama Purbaya menjabat Menteri Keuangan.

Reuters melaporkan Purbaya sebelumnya sempat berbeda pandangan dengan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Perry Warjiyo, terkait kebijakan penempatan dana pemerintah pada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.

Purbaya juga pernah berbeda pandangan dengan Kepala Danantara Rosan Roeslani mengenai rencana penggunaan laba badan pengelola investasi tersebut.

Purbaya sebelumnya menyebut Danantara akan mentransfer Rp 120 triliun atau sekitar US$6,8 miliar dari laba untuk membantu memenuhi target defisit fiskal tahun berjalan.

Rosan kemudian mengatakan belum ada pembahasan mengenai rencana tersebut.

Pergantian Menteri Keuangan kini menempatkan Suahasil pada posisi penting dalam pengelolaan fiskal Indonesia.

Suahasil menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan dan penempatan pejabat di Kemenkeu.

Baca Juga: Suahasil 2 Kali Bungkam Saat Ditanya Soal Setoran Rp 120 Triliun dari Danantara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×