kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Pasca-Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di NTT Tetap Beroperasi Normal


Selasa, 18 Agustus 2026 / 16:06 WIB
Pasca-Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di NTT Tetap Beroperasi Normal
ILUSTRASI. Bandara Komodo Labuan Bajo (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional seluruh bandar udara di wilayah Flores dan sekitarnya, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan normal setelah gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, tidak ada bandara yang ditutup akibat gempa. Pelayanan penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.

"Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik, Layanan JKN Diklaim Tetap Terjaga

Meski operasional penerbangan tetap berjalan, Kemenhub menemukan sejumlah kerusakan pada fasilitas bandara, mulai dari bangunan terminal, kantor, menara hingga fasilitas penunjang.

Untuk mengantisipasi risiko, Kemenhub melakukan sejumlah mitigasi, termasuk membatasi akses pengguna jasa pada area yang dinilai berpotensi membahayakan.

Di Bandara Komodo, Labuan Bajo, kerusakan ditemukan pada plafon terminal dan fire station, retakan dinding gedung administrasi serta retak memanjang pada fillet Taxiway A. Pembersihan terminal telah dilakukan dan operasional penerbangan tetap berlangsung. 

Menara pengawas atau tower juga telah kembali beroperasi normal. Pada tahap awal penanganan, komunikasi penerbangan sempat didukung perangkat VHF-A/G portable yang ditempatkan di luar tower.

Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, mengalami kerusakan plafon terminal serta retakan pada dinding gedung PKP-PK dan struktur tower.

Pelayanan lalu lintas udara di bandara tersebut dilakukan dengan menerapkan contingency plan. Komunikasi dipindahkan ke Watchroom Gedung PKP-PK untuk memastikan layanan tetap berjalan.

Kerusakan juga ditemukan di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, berupa kerusakan partisi dinding kaca pada lantai 2 gedung terminal. Perbaikan struktur tengah dilakukan dengan pengamanan dan pembatasan akses pada area tertentu.

Di Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, kerusakan mencakup arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat dan kantor, dinding PKP-PK serta tower. 

Pembersihan dan evaluasi struktur lanjutan masih dilakukan. Namun, berdasarkan pemeriksaan, sisi udara bandara masih aman untuk melayani penerbangan.

Adapun Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, mengalami kerusakan ringan pada plafon dan kaca terminal lantai 2. Sementara runway dan apron dalam kondisi baik.

Bandara tersebut juga tetap digunakan untuk mendukung mobilisasi bantuan dan unsur pemerintah, termasuk pergerakan Presiden RI serta TNI/Polri.

Kemudian di Bandara Soa Bajawa, ditemukan kerusakan plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding dan kolom sejumlah bangunan. Pemeriksaan juga menemukan retak memanjang pada runway.

Sebagai langkah mitigasi, dilakukan pembersihan material, pengamanan peralatan, penggunaan VHF-A/G portable, serta penempatan armada PKP-PK di luar gedung untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.

Lukman menegaskan, status operasional bandara yang tetap berjalan tidak berarti seluruh penerbangan harus berlangsung tanpa penyesuaian. Maskapai tetap memiliki kewenangan untuk mengevaluasi kondisi operasional berdasarkan situasi aktual di lapangan.

"Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan," jelasnya.

Menurut dia, apabila hasil penilaian internal maskapai menunjukkan adanya risiko terhadap keselamatan, penerbangan dapat ditunda maupun dibatalkan.

Kemenhub bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, AirNav Indonesia, TNI/Polri, BNPB, Basarnas dan pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan serta koordinasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus menjaga kesiapan bandara dalam mendukung mobilisasi masyarakat, bantuan kemanusiaan dan distribusi logistik pascagempa.

Kemenhub juga mengimbau pengguna jasa penerbangan mengikuti arahan petugas, khususnya terkait pembatasan akses di sejumlah area bandara yang terdampak.

Baca Juga: Pertumbuhan Belanja Perpajakan di Tahun 2027 Jadi yang Terendah dalam Lima Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×