Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Penilaian itu juga mencerminkan pelemahan tata kelola pemerintahan.
"Ini tecermin dalam peningkatan volatilitas pasar saham dan valuta asing," tulis Moody’s.
Moody’s menilai kelanjutan kondisi tersebut berpotensi mencerminkan lemahnya kekuatan kelembagaan.
Risiko tersebut dinilai dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun dalam jangka panjang.
Moody’s juga menyoroti pembentukan dana investasi pemerintah baru, BPI Danantara.
Moody’s mencatat Danantara masih berada pada tahap awal pengembangan.
Tonton: Proyek MRT East West Line Jakarta–Bekasi Siap Digarap Mulai 2026
Pemerintah telah menetapkan kerangka hukum dan kelembagaan.
Kejelasan terkait prioritas investasi, regulasi, dan manajemen risiko dinilai masih terbatas.
"Terlepas dari risiko-risiko ini, asumsi dasar kami adalah bahwa pengembangan kelembagaan lebih lanjut akan membawa kejelasan yang lebih besar seputar tata kelola dan operasional Danantara," tulis Moody’s.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Pasca Penurunan Outlook Kredit RI, Danantara Akan Buka Komunikasi dengan Moody's"
Selanjutnya: Ini Penyebab RI Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi Menurut Bank Dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













