kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Outlook Kredit RI Negatif: Danantara Siapkan Strategi Hadapi Moody's


Rabu, 11 Februari 2026 / 04:45 WIB
Outlook Kredit RI Negatif: Danantara Siapkan Strategi Hadapi Moody's
ILUSTRASI. Outlook kredit Indonesia negatif akibat sorotan pada Danantara. Apa strategi Danantara untuk meyakinkan Moody's agar peringkat kembali stabil? (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Penilaian itu juga mencerminkan pelemahan tata kelola pemerintahan.

"Ini tecermin dalam peningkatan volatilitas pasar saham dan valuta asing," tulis Moody’s.

Moody’s menilai kelanjutan kondisi tersebut berpotensi mencerminkan lemahnya kekuatan kelembagaan.

Risiko tersebut dinilai dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun dalam jangka panjang.

Moody’s juga menyoroti pembentukan dana investasi pemerintah baru, BPI Danantara.

Moody’s mencatat Danantara masih berada pada tahap awal pengembangan.

Tonton: Proyek MRT East West Line Jakarta–Bekasi Siap Digarap Mulai 2026

Pemerintah telah menetapkan kerangka hukum dan kelembagaan.

Kejelasan terkait prioritas investasi, regulasi, dan manajemen risiko dinilai masih terbatas.

"Terlepas dari risiko-risiko ini, asumsi dasar kami adalah bahwa pengembangan kelembagaan lebih lanjut akan membawa kejelasan yang lebih besar seputar tata kelola dan operasional Danantara," tulis Moody’s.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Pasca Penurunan Outlook Kredit RI, Danantara Akan Buka Komunikasi dengan Moody's"

Selanjutnya: Ini Penyebab RI Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi Menurut Bank Dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×