kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Outlook Kredit RI Negatif: Danantara Siapkan Strategi Hadapi Moody's


Rabu, 11 Februari 2026 / 04:45 WIB
Outlook Kredit RI Negatif: Danantara Siapkan Strategi Hadapi Moody's
ILUSTRASI. Outlook kredit Indonesia negatif akibat sorotan pada Danantara. Apa strategi Danantara untuk meyakinkan Moody's agar peringkat kembali stabil? (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Danantara Indonesia akan membuka komunikasi dengan lembaga pemeringkat global, Moody's Ratings, pasca penurunan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir menilai solusi dari permasalahan ini dapat diatasi dengan memberikan penjelasan yang komprehensif kepada lembaga tersebut, terutama terkait Danantara.

Sebab Danantara menjadi salah satu yang disorot oleh Moody's karena dinilai memunculkan ketidakpastian terkait pembiayaan, tata kelola, serta prioritas investasi.

"Moody’s Ratings itu kan nanti baiknya juga nanti dari Kemenkeu, mungkin juga Danantara diajak ngomong, dan ada beberapa institusi yang akan diajak berbicara, ya tentu harus di-follow up dengan baik," ujarnya saat acara China Conference: Southeast Asia 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak capaian positif yang perlu diketahui oleh lembaga-lembaga internasional seperti Moody's, Morgan Stanley Capital International (MSCI), maupun S&P.

Dari sisi kinerja perekonomian misalnya, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen pada Kuartal IV 2025.

Baca Juga: Ini Penyebab RI Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi Menurut Bank Dunia

Besaran ini menjadi yang tertinggi sejak delapan kuartal terakhir.

Kemudian lembaga tersebut juga perlu memahami besarnya peran Danantara dalam mengelola aset badan usaha milik negara (BUMN), termasuk batasan wewenang Danantara terhadap BUMN.

"Poin utama dari Moody’s itu adalah soal komunikasi dan arahan. Itu mereka perlu kepastiannya. Itu our job lah," kata Pandu.

Kendati demikian, dalam melakukan komunikasi dengan pihak global, pemerintah harus satu suara dengan institusi lain agar pesan yang disampaikan dapat tertangkap dengan utuh.

"Saya rasa semua unsur dari yang berkomunikasi ke luar itu, ya harus satu suara," tuturnya.

Penurunan Outlook Peringkat Kredit

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Peringkat kredit tetap bertahan di level Baa2.

Moody’s menjelaskan penurunan outlook dipicu oleh menurunnya prediktabilitas dan koherensi perumusan kebijakan.

Baca Juga: Resmi, ASN Dapat WFA Lebaran 2026 Selama 5 Hari, Bagaimana Karyawan Swasta?

Kondisi tersebut disertai komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif sepanjang setahun terakhir.

Moody’s menilai situasi tersebut berisiko melemahkan kredibilitas kebijakan di mata investor.

Penilaian itu juga mencerminkan pelemahan tata kelola pemerintahan.

"Ini tecermin dalam peningkatan volatilitas pasar saham dan valuta asing," tulis Moody’s.

Moody’s menilai kelanjutan kondisi tersebut berpotensi mencerminkan lemahnya kekuatan kelembagaan.

Risiko tersebut dinilai dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun dalam jangka panjang.

Moody’s juga menyoroti pembentukan dana investasi pemerintah baru, BPI Danantara.

Moody’s mencatat Danantara masih berada pada tahap awal pengembangan.

Tonton: Proyek MRT East West Line Jakarta–Bekasi Siap Digarap Mulai 2026

Pemerintah telah menetapkan kerangka hukum dan kelembagaan.

Kejelasan terkait prioritas investasi, regulasi, dan manajemen risiko dinilai masih terbatas.

"Terlepas dari risiko-risiko ini, asumsi dasar kami adalah bahwa pengembangan kelembagaan lebih lanjut akan membawa kejelasan yang lebih besar seputar tata kelola dan operasional Danantara," tulis Moody’s.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Pasca Penurunan Outlook Kredit RI, Danantara Akan Buka Komunikasi dengan Moody's"

Selanjutnya: Ini Penyebab RI Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi Menurut Bank Dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×