kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.977   64,00   0,36%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Oktober 2018, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan defisit


Rabu, 14 November 2018 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pelabuhan petikemas Tanjung Priok


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mencatatkan surplus di bulan September 2018, neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober 2018 diperkirakan kembali defisit. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi neraca perdagangan kembali mencatat defisit sebesar US$ 306 juta di bulan lalu.

David mengatakan, defisit ini disebabkan kinerja ekspor yang menurun, sementara impor diperkirakan tumbuh sebesar 7,9% seacara year on year (yoy) di bulan Oktober 2018.

"Ekspor turun terutama dikarenakan perunanan harga beberapa komoditas utama seperti crude palm oil (CPO) dan batubara," ujar David kepada Kontan.co.id. Rabu (14/11).

Sementara, kebijakan pemerintah seperti perluasan program biodiesel 20% (B20) yang mulai berjalan September 2018 lalu belum memberikan dampak signifikan untuk menekan impor Indonesia. "Belum berdampak. Pembelian minyak oleh Pertamina ke kontraktor juga belum berjalan," tambah David.

Pada bulan September 2018 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 227,1 juta. Namun kalau dihitung sejak Januari hingga September 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$ 3,78 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×