kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Oktober 2018, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan defisit


Rabu, 14 November 2018 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pelabuhan petikemas Tanjung Priok


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mencatatkan surplus di bulan September 2018, neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober 2018 diperkirakan kembali defisit. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi neraca perdagangan kembali mencatat defisit sebesar US$ 306 juta di bulan lalu.

David mengatakan, defisit ini disebabkan kinerja ekspor yang menurun, sementara impor diperkirakan tumbuh sebesar 7,9% seacara year on year (yoy) di bulan Oktober 2018.

"Ekspor turun terutama dikarenakan perunanan harga beberapa komoditas utama seperti crude palm oil (CPO) dan batubara," ujar David kepada Kontan.co.id. Rabu (14/11).

Sementara, kebijakan pemerintah seperti perluasan program biodiesel 20% (B20) yang mulai berjalan September 2018 lalu belum memberikan dampak signifikan untuk menekan impor Indonesia. "Belum berdampak. Pembelian minyak oleh Pertamina ke kontraktor juga belum berjalan," tambah David.

Pada bulan September 2018 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 227,1 juta. Namun kalau dihitung sejak Januari hingga September 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$ 3,78 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×