kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.003.000   87.000   2,98%
  • USD/IDR 16.770   36,00   0,22%
  • IDX 7.956   -364,36   -4,38%
  • KOMPAS100 1.098   -50,41   -4,39%
  • LQ45 779   -33,71   -4,15%
  • ISSI 289   -15,67   -5,14%
  • IDX30 405   -12,70   -3,04%
  • IDXHIDIV20 480   -12,95   -2,62%
  • IDX80 121   -5,77   -4,54%
  • IDXV30 134   -4,38   -3,17%
  • IDXQ30 130   -3,72   -2,78%

Nipah India Meresahkan: Virus Mematikan Ini Belum Ada Obatnya, Bagaimana di RI?


Kamis, 29 Januari 2026 / 05:18 WIB
Nipah India Meresahkan: Virus Mematikan Ini Belum Ada Obatnya, Bagaimana di RI?
ILUSTRASI. Mengenal Virus Nipah yang Merebak di India (dok./https://unsplash.com/Fusion Medical Animation)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - India melaporkan lima kasus infeksi virus nipah terbaru yang terjadi di Barasat, Benggala Barat, India, data per 25 Januari 2026.

Dua kasus pertama terkonfirmasi di rumah sakit swasta Banggala Barat. Kedua pasien merupakan perawat, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Beberapa hari setelahnya, tiga orang terkonfirmasi terinfeksi virus yang sama. Investigasi awal menunjukkan kedua perawat tersebut diduga tertular saat menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia sebelum sempat menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan infeksi virus nipah.

Wabah ini mendorong otoritas kesehatan India memberlakukan karantina, pelacakan kontak, serta pengawasan darurat di wilayah terdampak. Sekitar 180 orang dilaporkan telah menjalani pemeriksaan, dengan sejumlah kontak berisiko tinggi ditempatkan dalam karantina.

Thailand gerak cepat

Salah satu negara Asia Tenggara yang gerak cepat merespons kasus ini adalah Thailand. Kementerian Kesehatan Thailand langsung menerapkan skrining yang berfokus pada pelancong yang tiba dari India, khususnya Benggala Barat.

Penumpang yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, kantuk berlebihan, kebingungan, atau kejang diminta segera mencari pertolongan medis.

Baca Juga: Rupiah Mendadak Menguat, Ini 4 Faktor Pendongkraknya Menurut Profesor Ekonomi

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada mereka yang dalam 21 hari terakhir memiliki riwayat kontak dengan kelelawar, hewan sakit, atau pasien terinfeksi.

Selain Thailand, Nepal juga memperketat kewaspadaan untuk mencegah masuknya virus Nipah. Upaya memperketat virus masuk ini dilakukan lantaran virus nipah dianggap sangat berbahaya, tak kalah bahaya dari Covid-19.

Dikutip dari keterangan World Health Organization (WHO), virus nipah diklasifikasikan sebagai priority pathogen karena potensi wabah dan dampaknya yang serius. Infeksi virus nipah pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis fatal.

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus nipah. Dalam berbagai wabah sebelumnya, tingkat kematian dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Bagaimana dengan Indonesia?

Hingga saat ini belum ada laporan kasus nipah terjadi di Indonesia. Untuk pencegahan, Kementerian Kesehatan RI melalui situs infeksiemerging.kemkes.go.id telah mengeluarkan peringatan dini kasus virus nipah di India pada 13 Januari 2026.

Ada empat poin peringatan dini yang ditujukan khusus untuk masyarakat Indonesia terkait virus Nipah ini.

Pertama, tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar.

Kedua, cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum mengonsumsi.

Baca Juga: IHSG Anjlok 8%: Peluang Emas Saham Blue Chip? Ini Saran Ekonom




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×