kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Nilai impor barang modal Januari-Juli 2014 menurun


Senin, 01 September 2014 / 12:33 WIB
ILUSTRASI. BTN menargetkan laba bersih di 2023 bisa tumbuh 10% menjadi Rp 3,3 triliun.KONTAN/Baihaki


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Nilai impor barang modal selama Januari-Juli 2014 mencapai sebesar US$ 16,99 miliar, dengan share 16,33% dari total impor. Nilai impor barang modal dalam tujuh bulan 2014 susut dari periode Januari-Juli 2013 yang mencapai US$ 18,87 miliar atau memiliki share 16,87% dari total impor.

Kepala BPS Suryamin mengatakan impor yang menurun ini tidak hanya terjadi pada barang modal, namun terjadi pada semua golongan barang baik bahan baku/penolong, barang modal dan barang konsumsi. "Menurunnya impor barang modal ini punya dampak pada sektor industri dan lainnya," ujarnya dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (1/9).

Untuk bulan Juli 2014, Suryamin menjelaskan terjadi penurunan impor pada 10 golongan komoditi besar. Seperti mesin dan peralatan mekanik yang turun 21,36% bila dibanding Juni, peralatan listrik yang turun 13,26% dibanding Juni, dan kelompok besi dan baja yang turun 23,64% dibanding Juni.

Dengan penurunan impor itu, maka BPS mencatat neraca dagang pada bulan Juli surplus US$ 123,7 juta. Suprlus tersebut disebabkan aktivitas impor Juli yang turun lebih dalam dibanding impor yaitu 19,3% dibanding Juli tahun lalu.

Impor pada bulan Juli 2014 tercatat US$ 14,05 miliar. Sedangkan impor pada bulan Juli 2013 sebesar US$ 17,42 miliar. Secara akumulasi dari Januari-Juli 2014 yang sebesar US$ 104,01 miliar pun turun 6,99% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×