kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Neraca Transaksi Berjalan Bakal Surplus, Didorong Surplus Neraca Perdagangan Barang


Kamis, 27 Oktober 2022 / 18:54 WIB
Neraca Transaksi Berjalan Bakal Surplus, Didorong Surplus Neraca Perdagangan Barang
ILUSTRASI. Neraca transaksi berjalan berpeluang kembali mencatat surplus pada kuartal III-2022. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan berpeluang kembali mencatat surplus pada kuartal III-2022. Ini melanjutkan surplus pada kuartal II-2022 yang pada waktu itu tercatat US$ 3,9 miliar atau 1,1% produk domestik bruto (PDB).

Ekonom Senior Samuel Sekuritas Fikri C. Permana memperkirakan, surplus neraca transaksi berjalan pada kuartal III-2022 akan bergerak di kisaran 0,3% produk domestik bruto (PDB) hingga 0,6% dari PDB. 

Fikri menyebut, surplus neraca transaksi berjalan ini utamanya didorong oleh capaian surplus neraca perdagangan barang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan barang pada periode tersebut sebesar US$ 14,98 miliar. 

Baca Juga: Defisit Neraca Jasa Masih Berpotensi Melebar, Ini Penyebabnya

“Utamanya didorong oleh surplus neraca perdagangan. Namun, memang surplus transaksi berjalan pada kuartal III-2022 sedikit bertahan dengan adanya remitansi dan asuransi,” terang Fikri kepada Kontan.co.id, Kamis (27/10). 

Tren surplus neraca transaksi berjalan juga akan terlihat pada akhir tahun 2022. Fikri memperkirakan, surplus transaksi berjalan akan berada di kisaran 0,5% PDB hingga 1% PDB. 

Namun, ia memberi catatan, besaran surplusnya masih akan terpengaruh dengan risiko yang terjadi di pasar. 

“Kami masih khawatir dengan kemungkinan hengkangnya asing (capital outflow) yang terjadi, tetapi dengan melihat risiko pasar sudah mulai berkurang, harapannya mulai ada arus modal asing masuk (capital inflow) sehingga menambah kekuatan transaksi berjalan,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×