kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mubarok: Sulit menjerat Anas Urbaningrum


Kamis, 14 November 2013 / 09:35 WIB
Mubarok: Sulit menjerat Anas Urbaningrum
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani mengatakan, ada 11 orang wajib pajak dengan kekayaan lebih dari Rp 11 triliun yang ikut tax amnesty jilid II.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengakui sulit mencarikan masalah untuk menjerat secara hukum Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.

"Sulit mencari masalah untuk menjerat Anas. Kalau pelaku kriminal 10 saksi cukup dan soal Anas diperiksa lebih 350 saksi," kata Mubarok ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (14/11).

Menurut dia upaya untuk menjerat Anas secara hukum dalam kasus Hambalang adalah kerjaan Mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin.

"Biarin saja berjalan apa adanya, kebenaran tidak dibohongi. Pada akhirnya kebenaran akan menang. Kita lihat nanti," kata Mubarok.

Dia berharap KPK bekerja secara profesional dalam menangani kasus Hambalang ini. "Kita dukung KPK bekerja profesional," kata dia.

Mubarok yang juga eks ketua tim sukses Anas pada Kongres Demokrat di Bandung tahun 2010 ini mengatakan tidak ada bagi-bagi uang dalam jumlah besar pada Kongres.

"Ada uang transportasi Rp 2 juta sampai Rp 5 juta. Semua Kongres (partai) melakukan itu dan jumlahnya wajar. Dan semua kandidat calon memberikan uang transport ke peserta," kata dia.

Menurut dia dalam kasus Hambalang ini ada dakwaan yang berubah jika awalnya Anas dituduh menerima Rp 50 miliar dalam kasus itu kini berubah jadi Rp 2,2 miliar.

"Saya sebagai ketua tim pemenangan tidak pernah melihat uang itu," kata dia. (Aco/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×