kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Momentum Lebaran, Ditjen Pajak Minta Maaf Jika Ada Layanan yang Kurang Nyaman Bagi WP


Minggu, 23 April 2023 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Ditjen Pajak meminta maaf kepada wajib pajak yang merasakan ketidaknyamanan saat menerima pelayanan pajak.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka momentum Hari Raya Iduk Fitri 1444 H, Direktorat Jendral Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Direktur Jendral Pajak Suryo Utomo mengatakan, permintaan tersebut diberikan khususnya kepada wajib pajak yang masih merasakan ketidaknyamanan saat menerima pelayanan pajak.

“Wajib pajak yang terhormat, saya Suryo Utomo atas nama keluarga besar Direktorat Jenderal Pajak, mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah. Di hari Lebaran ini, kami memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya, apabila dalam menjalankan tugas kami untuk memberikan pelayanan perpajakan terdapat hal-hal yang mengganggu kenyamanan,” tutur Suryo dalam unggahan akun instagram @ditjenpajakri, Minggu (23/4).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Moncer pada Kuartal I, Begini Respons Pengamat

Suryo menyampaikan, Dtjen Pajak akan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyaraka wajib pajak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Kementerian Keuangan.

“Mari kita buka lembaran baru dengan saling memaafkan. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi kita,” kata Suryo.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini Ditjen Pajak tengah disorot imbas dari kasus mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo yang terungkap lantaran kasus penganiayaan anaknya yang sering pamer harta kekayaan.

Kini, Rafael sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan dugaan gratifikasi. KPK menyebut Rafael menerima gratifikasi US$ 90 ribu, dan  telah menemukan bukti yang cukup terkait kasus  tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×