kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Miranda Goeltom dicegah ke luar negeri


Selasa, 16 November 2010 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi FINTECH


Reporter: Lamgiat Siringoringo |

JAKARTA. Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom tak bisa leluasa lagi berpergian ke luar negeri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk mencegah Miranda ke luar negeri.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menjelaskan, pencegahan tersebut dalam status Miranda sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pemilihan dirinya sebagai Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004 silam. “Untuk memudahkan pemeriksaan,” ujar Johan, Selasa (16/11).

Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi Bambang Catur menambahkan, surat permohonan dari KPK tersebut masuk pada tanggal 26 Oktober lalu. Surat pencegahan ini pun sudah beredar ke seluruh kantor wilayah imigrasi. Surat pencegahan Miranda bernomor IMI.5GR02.06-3.20574 dan menurut Bambang surat itu berlaku selama setahun ke depan.

Kasus ini sudah memakan korban anggota DPR pada periode 1999-2004 lalu. KPK sudah menetapkan status tersangka kepada politisi senior Partai PDI Perjuangan, Panda Nababan, dan mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzzeta. Bersama keduanya ada 24 politisi lain yang terseret kasus dugaan korupsi cek pelawat dalam proses pemilihan DGS BI pada 2004 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×