kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BPK belum ambil tindakan pada tersangka Miranda


Jumat, 03 September 2010 / 17:17 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Masalah penyuapan anggota DPR ikut menyeret salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) TM Nurlif. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurlif ikut menjadi tersangka kasus suap pemilihan Miranda Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Namun, Ketua BPK Hadi Purnomo belum mengambil tindakan atas penetapan KPK itu.

"Kita tunggu surat resmi, setelah ada surat resmi baru nanti kita rapat sidang badan," katanya di Istana Negara, Jumat (3/9). Menurut Hadi, seluruh anggota BPK akan hadir dalam sidang itu. Namun, mantan Direktur Jenderal Pajak itu menolak saat ditanya apakah sidang akan meminta keterangan soal kasus suap itu kepada TM. Nurlif.

Begitu juga saat ditanya apakah BPK akan menonaktifkan politikus Partai Golkar itu. "Nanti kita lihat ya, suratnya kan belum ada," elaknya. KPK menjerat TM Nurlif bersama sembilan orang politikus Golkar lainnya sebagai tersangka dalam kasus suap saat pemilihan Miranda Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior. Partai Golkar sendiri sudah menyiapkan tim pembela yang dipimpin oleh Muladi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×