kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

KPK: Penyidikan dugaan suap Miranda sesuai aturan


Senin, 01 November 2010 / 17:40 WIB
ILUSTRASI. Kepala BKPM menjelaskan realisasi investasi


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai gugatan tersangka dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom sebagai hal biasa. Lembaga pemberantasan korupsi ini menilai gugatan itu merupakan hak setiap warga negara.

Yang jelas, KPK mengatakan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap para tersangka tersebut sudah sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. "Perlu ditegaskan dalam kasus traveller cheque, KPK belum berhenti dan masih berjalan terus dan masih melakukan penelusuran siapa yang memberi," jelas Juru bicara KPK Johan Budi SP, Senin (1/11).

Sebelumnya, Max Moein beserta para tersangka lainnya menggugat KPK secara perdata. Para tersangka juga mengajukan gugatan pra peradilan atas KPK karena menganggap proses penetapan tersangka terlalu prematur.

Sementara itu, Petrus Balapaytona kuasa hukum Nunun Nurbaeti saat dikonfirmsi soal gugatan Max Moein Cs yang juga menyasar dua perusahaan milik istri Adang Darajatun yakni PT Wahana Esa Sejati dan PT Marga Sukses Sejahtera mengaku belum dapat memberikan komentarnya. "Soal itu no comment. Wahana belum memberikan kuasa kepada saya untuk memberikan komentar," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×