kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Meski Menurun, Cadangan Devisa Dinilai Masih dalam Level Aman


Selasa, 07 November 2023 / 18:38 WIB
Meski Menurun, Cadangan Devisa Dinilai Masih dalam Level Aman
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia sekitar US$ 133,1 miliar pada Oktober 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia kembali tergerus pada Oktober 2023. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia sekitar US$ 133,1 miliar pada Oktober 2023, turun 1,33% dibanding bulan sebelumnya. 

Penurunan cadangan devisa tersebut didorong oleh kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah, di tengah makin meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengungkapkan, meski menurun, posisi cadangan devisa saat ini masih cukup. 

Baca Juga: Kebutuhan Intervensi Rupiah Masih Besar, Cadangan Devisa Mungkin Susut Lagi

"Posisi cadangan devisa masih berada dalam level yang sangat aman," tegas Edi kepada Kontan.co.id, Selasa (7/11). 

Edi menambahkan, penurunan cadangan devisa ini memang ini seiring dengan kewajiban BI. Menurutnya, menjaga stabilnya suplai maupun permintaan valuta asing adalah hal yang penting untuk menjaga kepercayaan pasar. 

Pada akhir tahun 2023, Edi melihat tanda-tanda penguatan dolar Amerika Serikat (AS) makin pudar. 

Plus, ruang penguatan mata uang Asia masih terbuka. Ia berharap tren ini akan terus berlangsung sampai akhir tahun, sehingga kemungkinan ruang intervensi yang menggerus cadangan devisa akan mengecil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×