kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prabowo: Seluruh Rakyat Indonesia Pemegang Saham Kekayaan Bangsa


Sabtu, 16 Mei 2026 / 17:56 WIB
Prabowo: Seluruh Rakyat Indonesia Pemegang Saham Kekayaan Bangsa
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Ti (Sekretariat Presiden/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NGANJUK. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia merupakan “pemegang saham” atas kekayaan bangsa.

Karena itu, hasil pengelolaan sumber daya nasional harus dinikmati secara adil oleh seluruh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Prabowo: Tidak Ada Orang Kebal Hukum, Termasuk dari Gerindra

Menurut Prabowo, gagasan tersebut merupakan bagian dari konsep Indonesia Incorporated yang berlandaskan semangat negara kekeluargaan sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Kepada para pengusaha, ayo bersama-sama menjadi Indonesia Incorporated. Indonesia Incorporated sebetulnya artinya negara kekeluargaan. Jadi seluruh bangsa ini satu korporasi, artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia dan berhak atas kekayaan tersebut,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan, setiap pemimpin di berbagai tingkatan memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan hak rakyat atas kekayaan nasional, bukan justru berkolusi demi kepentingan segelintir pihak.

“Semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada. Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dolar AS, Presiden Prabowo: Orang Desa Enggak Pusing

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak menolak mekanisme pasar bebas. Namun, menurut dia, pemerintah tetap harus hadir untuk melindungi masyarakat kecil agar tidak kalah bersaing dengan kelompok bermodal besar.

“Pemerintah harus bersikap, pemerintah harus intervensi, pemerintah harus membela rakyat yang paling miskin. Kalau bahasa asingnya itu affirmative action,” tutup Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×