kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Meski CAD membaik, rupiah bakal sulit menguat


Rabu, 17 Juni 2015 / 20:42 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan tahun ini akan menurun ke 2,5% dari PDB pada akhir tahun ini.

BI memperkirakan kondisi CAD di triwulan II-2015 akan berada pada level 2,5% dari PDB, lebih baik dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 3,92% dari PDB.

Hingga akhir tahun ini, defisit transaksi berjalan disinyalir akan berada pada level sekitar 2,5% dari PDB, lebih baik dibannding prediksi BI sebelumnya 2,8%. Defisit pada akhir 2014 tercatat 2,86% dari PDB.

Meski CAD membaik, namun nilai tukar rupiah masih menguat. Sebab, rupiah masih mengalami tekanan berat.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Juda Agung mengatakan, ada banyak faktor yang menekan rupiah. Salah satu faktor paling signifikan menurut Juda adalah isu kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.

"Ini masalah sentimen di globalnya. Ketidakpastian di kondisi global masih akan mewarnai," ujar Juda, Rabu (17/6).
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×