kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Menyempit, defisit transaksi berjalan di kuartal II-2020 capai US$ 2,9 miliar


Selasa, 18 Agustus 2020 / 10:38 WIB
ILUSTRASI. Defisit Transaksi Berjalan menyempit di kuartal II-2020


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

Lebih lanjut, transaksi modal dan finansial pada kuartal II-2020 mencatat surplus cukup signifikan bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sejalan dengan mereda nya ketidakpastian pasar keuangan global. 

Surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar US$ 10,5 miliar, terutama berasal dari aliran masuk netto investasi portofolio dan investasi langsung, setelah pada kuartal sebelumnya mencatat defisit US$ 3,0 miliar. 

Aliran masuk investasi portofolio meningkat dalam bentuk penerbitan global bond oleh pemerintah dan korporasi, juga karena pembelian Surat Utang Negara (SUN). 

Baca Juga: BI prediksi CAD kuartal II-2020 di bawah 1,5% PDB, ini tanggapan ekonom

Berlanjutnya aliran masuk modal asing juga dipengaruhi oleh likuiditas global yang meningkat, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang tetap menarik, serta terjaganya keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia. 

Sementara itu, investasi langsung yang juga memberi sumbangan pada surplus neraca transaksi modal dan finansial tercatat relatif melambat dibandingkan dengan capaian pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan kontraksi ekonomi domestik. 

"Sementara transaksi investasi lainnya mengalami defisit, dipengaruhi oleh pola musiman meningkatnya pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo," katanya. 

Dengan perkembangan tersebut, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2020 mencatat surplus yang cukup besar, menopang ketahanan eksternal Indonesia. NPI mencatat surplus sebesar US$ 9,2 miliar setelah mengalami defisit US$ 8,5 miliar. 

Sejalan dengan perkembangan surplus NPI tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2020 meningkat menjadi sebesar US$ 131,7 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,1 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standard kecukupan internasional. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×