kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menteri Susi: Ekspor perikanan RI memalukan


Senin, 05 Januari 2015 / 19:55 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas fabrikasi topside untuk lapangan migas PGN SAKA


Reporter: Agus Triyono | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, ekspor produk perikanan dan kelautan Indonesia sampai saat ini cukup menyedihkan. Dengan luas laut hampir dua per tiga dari seluruh total wilayah yang ada, ekspor produk laut Indonesia hanya menempati urutan ke lima di kawasan Asean.

Hal ini jauh beda dengan Thailand. Susi bilang, Thailand yang luas wilayahnya hanya seperlima total luas wilayah Indonesia bisa memiliki nilai ekspor produk laut 10 kali lipat jika dibandingkan dengan Indonesia. "Ini memalukan, bayangkan luas wilayah laut kita nomor dua di dunia, ekspor kita hanya nomor lima di dunia," katanya, Senin (5/1).

Tidak ingin masalah tersebut terus berlanjut, pemerintah akan mengambil beberapa langkah penting. Salah satunya adalah dengan menghentikan praktik bongkar muat di tengah laut atau transhipment.

Susi mengatakan, praktik bongkar muat di tengah laut telah menyuburkan praktik pencurian hasil laut Indonesia oleh kapal asing. "Kebijakan ini sudah dijalankan dan kita harap ini bisa membuat semuanya menjadi baik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×