kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menteri ESDM: Penghapusan Premium masih dikaji


Jumat, 17 April 2015 / 21:57 WIB
ILUSTRASI. Perpanjang SIM Tak Perlu Lewat Calo, Datangi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 7/11/2023


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium masih dalam kajian pemerintah.

"Pemerintah sedang mengkaji bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), jadi kita tunggu saja bagaimana hasil kajian itu," kata Sudirman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/4).

Menurut dia, pemerintah akan menempuh kebijakan terbaik di bidang migas. "Tentu saja kita laksanakan yang terbaik, apalagi kalau bikin energi kita semakin bersih dan itu sejalan dengan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas," katanya.

Ia menyebutkan ada dua pertimbangan usul rencana penghapusan premium. Pertama, premium di banyak negara sudah tidak digunakan. Kedua, premium itu dalam prioritas pengadaannya membuat Pertamina tergantung kepada tender di luar karena harus di blending di luar negeri.

"Nah dengan perpindahan jenis BBM ini ke yang baru sepenuhnya akan menggunakan kapasitas nasional sehingga secara government secara tata kelolanya akan lebih baik," katanya.

Ia menyebutkan premium akan diganti dengan produk antara bernama pertalite yang lebih bersih dan tidak disubsidi harganya.

Sebelumnya Pertamina mengungkapkan akan meluncurkan BBM jenis baru dengan kisaran angka oktan antara 88 hingga 92 pada Mei 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×