kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   34,00   0,19%
  • IDX 6.372   37,26   0,59%
  • KOMPAS100 838   2,32   0,28%
  • LQ45 632   -0,61   -0,10%
  • ISSI 220   2,50   1,15%
  • IDX30 355   -1,15   -0,32%
  • IDXHIDIV20 437   -3,86   -0,88%
  • IDX80 95   0,28   0,29%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 113   -0,88   -0,77%

Menteri ATR/BPN sebut sertifikasi tanah beri dampak ekonomi yang luar biasa


Rabu, 31 Oktober 2018 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengatakan pemberian sertifikat yang digagas pemerintah saat ini memberi dampak luar biasa pada perekonomian Indonesia.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil mengatakan, setelah adanya sertifikat tanah ini masyarakat langsung bisa mendapatkan akses ke lembaga finansial formal. Semula, masyarakat yang menbutuhkan modal masih mengandalkan pinjaman dari rentenir atau lintah darat. Apalagi, bunga yang dikenakan bisa sampai 100%.

"Begitu diberi sertifikat tanah oleh BPN, masyarakat bisa pinjam ke Bank BRI pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga hanya 7% per tahun. Sehingga dampak ekonominya luar biasa," kata Sofyan di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (31/10).

Selain itu, lanjutnya, dengan adanya pemberian sertifikat tanah ini juga memberi dampak positif dengan berkurangnya konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat mengenai kepemilikan tanah sehingga permasalahan gugat menggugat lagipun diklaimnya sudah terminimalisir.

"Kami akan terus mempercepat pemberian sertifikat tanah. Tahun ini diharapkan bisa melebihi 7 juta, tahun depan 9 juta dan sampai 2025 diharapkan tanah di Indonesia sudah memiliki sertifikat," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×