kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Mentan Bongkar Modus Beras Premium Abal-Abal Harga Mahal, Kerugian Rp 10 Triliun


Minggu, 26 April 2026 / 13:59 WIB
Mentan Bongkar Modus Beras Premium Abal-Abal Harga Mahal, Kerugian Rp 10 Triliun
ILUSTRASI. Kementerian Pertanian membongkar praktik curang mafia pangan terkait manipulasi kualitas beras premium di pasar. ? (Dok/Kementan)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Kementerian Pertanian membongkar praktik curang mafia pangan terkait manipulasi kualitas beras premium di pasar. Praktik ini ditaksir telah merugikan konsumen hingga mencapai Rp 10 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan mengemas beras kualitas rendah atau beras dengan tingkat patahan (broken) tinggi, namun dijual dengan label harga beras premium yang mahal. 

"Bukan sekadar oplos, ini nyolong. Saya sudah periksa di laboratorium, ini hasil temuan dari para middleman," ujar Amran pada Jumat (24/4/2026). 

Baca Juga: Survei Celios: Mayoritas Masyarakat Setuju Penerapan Pajak Kekayaan

Berdasarkan hasil uji laboratorium, Amran menjelaskan bahwa standar beras premium seharusnya hanya memiliki tingkat patahan maksimal sebesar 14%. Namun, di lapangan ditemukan beras yang diklaim premium ternyata memiliki tingkat patahan antara 34% hingga 59%. 

Secara hitungan ekonomi, beras dengan spesifikasi rendah tersebut seharusnya dibanderol di kisaran harga Rp 8.000 per kilogram (kg). Namun, para spekulan menjualnya kepada masyarakat dengan harga Rp 17.000 per kg. 

Artinya, harga Rp 8.000 dijual Rp 17.000. Kalau kita ambil hitungan moderat dengan harga Rp 12.000 saja, ada selisih Rp 5.000 per kg. Jika volume beras tersebut mencapai 2 juta ton, maka kerugian konsumen mencapai Rp 10 triliun," papar Amran.

Ia menambahkan, jika melihat total peredaran komoditas tersebut secara keseluruhan, nilai kerugian akibat manipulasi harga ini bahkan bisa menembus angka Rp 100 triliun. Amran menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk penipuan terhadap rakyat secara masif.

Baca Juga: Berlaku Dua Bulan! Pemerintah Gratiskan Lagi PPN Tiket Pesawat Ekonomi Domestik

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan telah mengambil langkah hukum yang tegas. Beberapa pelaku dilaporkan sudah ditahan dan menjalani proses hukum.

"Pilihannya, mana yang lebih kejam? Memberantas 100 orang mafia, atau membiarkan mafia dan koruptor lewat sementara rakyat ditipu? Bersama Satgas Pangan, kami tindak tegas satu-satu," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×