kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Menperin: Sulit untuk menambah alokasi anggaran


Rabu, 01 September 2010 / 14:08 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengakui anggaran kementriannya memang sedikit. Namun, pihaknya juga sulit untuk menambah anggaran lagi. Sebab, sejak awal alokasi dana di Kementerian Perindustrian memang kecil.

Terbukti, tahun 2010 ini, Kementerian Perindustrian hanya mendapat dana Rp 1,66 triliun. "Kalau mau minta tambah lagi sangat sulit, karena dana APBN juga sudah terbatas," kata Hidayat saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9).

Sebelumnya, Komisi VI DPR ingin anggaran Kementerian Perindustrian diperbesar. Sebab, Komisi VI DPR menilai pagu anggaran Kementerian Perindustrian 2011 sangat kecil sehingga kurang mendukung perkembangan industri tanah air.

Namun, Hidayat menjanjikan, anggaran yang terbatas bukan hambatan bagi pengembangan industri tanah air. Ia bilang, sudah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan masing-masing industri. "Meski anggarannya terbatas, tapi dana tersebut bisa memfasilitasi pengembangan industri," kata Hidayat.

Contohnya, untuk pengembangan industri minuman tembakau, dianggarkan Rp 49,5 miliar. Kemudian, untuk industri karet, furniture, dan kertas Rp 15,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×