kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menperin: Sulit untuk menambah alokasi anggaran


Rabu, 01 September 2010 / 14:08 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengakui anggaran kementriannya memang sedikit. Namun, pihaknya juga sulit untuk menambah anggaran lagi. Sebab, sejak awal alokasi dana di Kementerian Perindustrian memang kecil.

Terbukti, tahun 2010 ini, Kementerian Perindustrian hanya mendapat dana Rp 1,66 triliun. "Kalau mau minta tambah lagi sangat sulit, karena dana APBN juga sudah terbatas," kata Hidayat saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9).

Sebelumnya, Komisi VI DPR ingin anggaran Kementerian Perindustrian diperbesar. Sebab, Komisi VI DPR menilai pagu anggaran Kementerian Perindustrian 2011 sangat kecil sehingga kurang mendukung perkembangan industri tanah air.

Namun, Hidayat menjanjikan, anggaran yang terbatas bukan hambatan bagi pengembangan industri tanah air. Ia bilang, sudah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan masing-masing industri. "Meski anggarannya terbatas, tapi dana tersebut bisa memfasilitasi pengembangan industri," kata Hidayat.

Contohnya, untuk pengembangan industri minuman tembakau, dianggarkan Rp 49,5 miliar. Kemudian, untuk industri karet, furniture, dan kertas Rp 15,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×