kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.883   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Menkumham: Ada 'sesuatu' dibalik kasus Antasari


Rabu, 25 Januari 2017 / 18:17 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Adanya kejanggalan menjadi pertimbangan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mendukung pemberian grasi kepada Antasari Azhar.

"Ada sesuatu sebetulnya di balik kasus beliau," ujar Yasonna Laoly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/1).

Selain Yasonna, Mahkamah Agung (MA) juga menyampaikan pertimbangan pemberian grasi kepada Presiden Jokowi.

Yasonna mengatakan, dirinya hanya menyampaikan pertimbangan. Namun, keputusan untuk mengabulkan grasi atau tidak tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. "Jadi kewenangan prerogatif Presiden. Hak konstitusional Presiden," ucapnya.

Sebelumnya, Yasonna menyatakan dirinya merasakan ada suatu misteri janggal dalam kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen dengan tertuduh mantan Ketua KPK, Antasari Azhar. Yasonna mengistilahkannya dengan "bau amis".

"Saya merasakan, bahasa Inggrisnya, something smelly, ada agak amisnya," kata Yasonna. Hal tersebut diungkapkan Yasonna usai menghadiri acara syukuran bebasnya Antasari Azhar dari penjara, di Hotel Grand Zuri, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (26/11/2016).

(Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×