kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Menko Polhukam minta TNI dan Polri bangun Mapolres


Kamis, 07 Maret 2013 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas Anak Masa PPKM: Anak beserta orang tua dengan menggunakan masker beraktivitas di sebuah pusat perbelanjaan KONTAN/Baihaki/27/9/2021


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Pemerintah menyesalkan terjadi pembakaran dan perusakan Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) oleh anggota TNI Batalyon Armed76 Martapura. Menteri Koordinator Polisi Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) meminta TNI dan Polri untuk bersama-sama membangun Mapolres.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengecam peristiwa itu. Sebab, yang dirusak itu adalah kantor-kantor milik pemerintah. apalagi ini dilakukan oleh aparat TNI. "Saya perintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk meredam situasi," kata Djoko Suyanto, Kamis (7/3).  Menko Polhukam juga meminta TNI dan Polri untuk menahan diri agar peristiwa itu tidak meluas.

Tadi pagi, Markas Polres OKU, Sumatera Selatan, dibakar oleh sekelompok oknum anggota TNI setempat. Peristiwa terjadi ketika anggota TNI datang untuk meminta pertanggungjawaban tewasnya rekan mereka oleh anggota Polres OKU. Pratu Heru Oktavianus, anggota Yon Armed 76/15 Tarik Martapura tewas ditembak dibagian punggung kanan tembus ke leher oleh anggota Polres Martapura.

Akibat penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) yang berada di pusat Kota Baturaja itu, suasana kota setempat
mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×