kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.567   14,00   0,08%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menkeu Purbaya Tepis Isu Daya Beli Turun, Minta Pebisnis Tak Perlu Khawatir


Rabu, 06 Mei 2026 / 19:01 WIB
Menkeu Purbaya Tepis Isu Daya Beli Turun, Minta Pebisnis Tak Perlu Khawatir
APBN defisit Rp240,1 triliun per Maret 2026 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan daya beli masyarakat tetap kuat. Data BPS kuartal I-2026 jadi buktinya.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu penurunan daya beli masyarakat yang belakangan ramai disuarakan sejumlah pihak.

Menurut Purbaya, anggapan tersebut tidak sejalan dengan data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam laporan tersebut, konsumsi rumah tangga tercatat berkontribusi sebesar 54,36% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tumbuh 5,52% secara tahunan (year on year/yoy), sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% yoy.

“Artinya yang dibilang orang-orang itu, daya beli masyarakat turun, nggak betul dari angka itu,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Purbaya Cek Pasar Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

Ia bahkan mengkritik pihak-pihak yang menilai kondisi daya beli tanpa merujuk pada data. Purbaya menegaskan bahwa penilaian ekonomi seharusnya berbasis indikator yang terukur.

“Jadi Anda kritik itu ekonom-ekonom yang sok tahu itu. Kalau kritik itu lihat data,” tegasnya.

Meski demikian, Purbaya mengakui persepsi tekanan di kalangan dunia usaha masih cukup tinggi. Menurutnya, hal ini lebih dipengaruhi sentimen dan kekhawatiran berlebihan, bukan karena fundamental ekonomi yang melemah.

Ia menilai narasi pesimistis justru memengaruhi kepercayaan pelaku usaha, meskipun secara agregat kinerja ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang solid.

“Kelihatannya walaupun bagus, orang masih agak takut. Karena banyak yang nakut-nakutin. Katanya mau 1998, padahal kan sudah kita buktikan, kita tumbuh kencang, dan ini akan kita pertahankan,” ujarnya.

Baca Juga: Moody's Turunkan Outlook, Menkeu Purbaya Minta Investor Tak Khawatir Kondisi Fiskal

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan dan program prioritas, termasuk memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap memadai agar dunia usaha dapat mengakses pembiayaan dengan mudah.

“Program Bapak Presiden itu amat bagus. Hasilnya sudah kelihatan, tinggal kita jalankan ke depan. Pengamat sering hanya melihat program pemerintah, padahal kontribusinya sekitar 10%, sementara 90% berasal dari sektor swasta,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam menopang perekonomian nasional, sehingga stabilitas dan kepercayaan pelaku usaha perlu terus dijaga.

Baca Juga: Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Meningkat Jelang Nataru

“Pebisnis nggak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan likuiditasnya cukup sehingga dunia usaha bisa mendapat akses pembiayaan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×