kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Meningkat Jelang Nataru


Jumat, 19 Desember 2025 / 16:43 WIB
Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Meningkat Jelang Nataru
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat jumpa pers APBNKita (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa indikator konsumsi dan mobilitas ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif.

Hal ini tercermin dari kinerja penjualan ritel dan penjualan kendaraan bermotor yang tetap tumbuh dan mengindikasikan daya beli masyarakat yang terjaga.

"Ini mencerminkan daya beli yang terjaga dan optimisme masyarakat," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (19/12/2025).

Dalam paparannya, indeks penjualan riil pada November 2025 menguat pada angka 5,94, didorong kelompok barang makan minum dan suku cadang (mobilitas).

Baca Juga: Purbaya Bakal Tarik Belanja K/L Tak Terserap, Demi Jaga Defisit APBN 2025 di Bawah 3%

Sementara itu, penjualan motor tercatat tumbuh 2,1% pada November 2025, meski penjualan mobil minus 0,8%.

Ia menjelaskan, mobilitas ekonomi dan aktivitas bisnis juga terlihat konsisten ekspansif, tercermin dari penjualan bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, yang terus menguat.

Tercatat, konsumsi BBM subsidi tumbuh 2,6%, dan BBM non subsidi tumbuh 6,3%.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Meleset dari Target, Menkeu Purbaya Pastikan Defisit Tetap Aman

Selain itu, konsumsi listrik rumah tangga dan industri tercatat relatif stabil, dengan peningkatan konsumsi listrik dari sektor bisnis. Hal ini menunjukkan aktivitas usaha masih berjalan dengan baik di tengah dinamika ekonomi global.

Dari sisi produksi, Purbaya menyampaikan aktivitas manufaktur tetap bertahan di zona ekspansi. Kinerja sektor ini ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik, terutama menjelang momen hari besar seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh pada kuartal I-2026.

"Jadi kelihatannya masyarakat sudah agak pulih daya belinya dan sudah belanja lebih tinggi dari yang sebelumnya," kata Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Minta BI Kurangi Penyerapan Likuiditas Demi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×