kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menhub dan Perusahaan China Bahas Peluang Pengembangan Perkeretaapian di IKN


Minggu, 23 Juli 2023 / 07:44 WIB
Menhub dan Perusahaan China Bahas Peluang Pengembangan Perkeretaapian di IKN
ILUSTRASI. Indonesia menjajaki peluang kerja sama penyediaan infrastruktur perkeretaapian dengan perusahaan China.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menjajaki peluang kerja sama penyediaan infrastruktur perkeretaapian dengan perusahaan China.

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan saat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi beraudiensi dengan Presiden Direktur China Railway International (CRIC) Ju Guojiang pada Kamis (20/7).

Audiensi tersebut untuk membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur perkeretaapian, khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Seperti diketahui, CRIC merupakan perusahaan platform CR-Group yang menangani konstruksi pembangunan proyek jalur kereta api di luar China, dan berfokus pada investasi, pembangunan jalur kereta api, serta pengoperasian.

Baca Juga: KCIC Menggenjot Pembangunan Stasiun Padalarang yang Baru 64%

Saat ini, CRIC merupakan salah satu perusahaan yang menjadi kontraktor utama pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

“Kami menyambut baik dan mendorong partisipasi dan kerja sama lebih lanjut dalam pengembangan proyek infrastruktur transportasi, khususnya dalam pengembangan perkeretaapian di IKN atau proyek infrastruktur lainnya,” ujar Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/7).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal menambahkan, untuk mendukung mobilitas masyarakat di IKN, tengah dilakukan perencanaan pembangunan KA Perkotaan, KA Trans Kalimantan, serta KA Bandara Sepinggan-IKN.

“Rencana tersebut cukup menantang, namun mudah-mudahan kami dapat mewujudkannya mendukung pengembangan Ibu Kota Baru Nusantara,” ujar Risal.

Di samping membahas peluang kerja sama pembangunan kereta di IKN, pada audiensi tersebut dibahas juga kesiapan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Meliputi progres pembangunan, aksesibilitas stasiun, perizinan prasarana dan sarana, uji rancang bangun dokumen, serta uji rancang bangun dokumen.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Perkeretaapian Nasional 2010-2030 dan Renstra Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2020-2024, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian berkomitmen membangun rel kereta api di Indonesia sepanjang 10.524 km dengan jarak pembangunan sekitar 3.269 km.

Baca Juga: Revitalisasi Bandara Soekarno-Hatta Ditargetkan Rampung dalam Enam Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×