kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Menakar Kontribusi BUMN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026


Selasa, 12 Mei 2026 / 22:56 WIB
Diperbarui Selasa, 12 Mei 2026 / 23:12 WIB
Menakar Kontribusi BUMN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Nasabah Bertransaksi di ATM Bank Mandiri (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61%  pada kuartal I 2026. 

Pertumbuhan ekonomi ini dinilai tidak lepas dari kontribusi besar badan usaha milik negara (BUMN), terutama perusahaan-perusahaan pelat merah berkapitalisasi besar atau blue chips. 

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, BUMN dinilai masih menjadi motor utama penggerak likuiditas, investasi, ekspor, hingga konektivitas digital nasional.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi masih berasal dari kelompok BUMN besar seperti Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), perusahaan energi, telekomunikasi, dan pertambangan.

"Sebagian besar kontributor pertumbuhan ekonomi masih didominasi blue chips BUMN seperti Himbara yang mendorong transaksi ekonomi tumbuh," ujar Toto dalam keterangannya, seperti dikutip, Selasa (12/5).

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Kuartal II 2026 Berisiko Melambat ke 5,1%-5,5%

Menurut dia, bank-bank Himbara memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan pembiayaan ekonomi nasional, sehingga mampu menopang konsumsi dan investasi domestik. 

Selain sektor perbankan, kontribusi besar juga datang dari sektor tambang melalui MIND ID yang dinilai berhasil memperkuat ekspor dan penerimaan devisa negara.

Toto menilai kontribusi ekspor dan devisa dari industri pertambangan membantu menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Di sisi lain, Pertamina dan Telkom Indonesia juga disebut memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi nasional.

Ia mengatakan kedua BUMN tersebut menciptakan efek berganda melalui penguatan sektor energi dan konektivitas digital yang kini menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi modern.

Meski demikian, Toto menilai kontribusi BUMN secara keseluruhan masih belum optimal karena pertumbuhan ekonomi masih bertumpu pada kelompok perusahaan besar saja. "Ini menggambarkan peran BUMN lain di luar kelompok blue chips belum optimal," katanya.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Stimulus Demi Ekonomi Kuartal II-2026, Mulai Subsidi EV & Bunga Murah

Menurut Toto, kontribusi BUMN terhadap ekonomi nasional sebenarnya masih bisa ditingkatkan jika investasi di sektor hilirisasi bernilai tambah tinggi dipercepat. 

Salah satu proyek yang dinilai potensial adalah pengembangan industri baterai kendaraan listrik oleh konsorsium Indonesia Battery Corporation (IBC).

Ia mencontohkan percepatan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik dapat memperbesar kontribusi perusahaan negara terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat industri hilir nasional.

Toto juga menyoroti peran Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang saat ini masih fokus melakukan restrukturisasi dan pembenahan internal sejumlah BUMN. Kondisi itu membuat perusahaan-perusahaan yang paling menonjol masih berasal dari sektor unggulan lama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×