CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Melihat dampak kenaikan tarif PPN terhadap inflasi


Kamis, 06 Mei 2021 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Melihat dampak kenaikan tarif PPN terhadap inflasi


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah punya rencana untuk meningkatkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) di tahun depan. Namun kebijakan itu justru akan membuat kenaikan inflasi.

Pemerintah Indonesia sekiranya bisa memetik pelajaran dari Arab Saudi. Tahun lalu pemerintah Arab Saudi meningkatkan tarif PPN dari 5% menjadi 15% yang berlaku pada Juni 2020.

Melansir data badan statistisk Arab Saudi, kebijakan fiskal itu membuat inflasi pada Juli 2020 sebesar 6,1% year on year (yoy), melonjak dari posisi Juni yang hanya 0,5%.

Bahkan hingga kini, inflasi di Arab Saudi berada di level 5% pada akhir April 2021. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan jika pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif PPN, maka akan ada dampak ke inflasi karena sebagian beban akan ditanggung oleh konsumen.

Baca Juga: Menelusuri asal usul rencana kenaikan tarif PPN dan respons pengusaha

Kendati demikian, Faisal menilai dampak kenaikan tarif PPN terhadap inflasi bisa dibatasi jika pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) mampu mengendalikan inflasi harga bergejolak dan harga diatur pemerintah, karena saat ini inflasi inti cenderung sangat rendah. 

Menurutnya dalam beberapa tahun ke belakang, pemerintah dan BI berhasil dalam mengendalikan laju inflasi sehingga kredibilitasnya cukup mampu untuk mempengaruhi ekspektasi inflasi di 2022 agar tetap terkendali sesuai target inflasi yang sudah ditetapkan. 

“Jadi view saya adalah benar tarif PPN dapat menaikkan inflasi namun saya rasa tidak akan setinggi seperti di Arab Saudi. Dan untuk kasus Arab Saudi kan juga PPN itu naik tiga kali lipat dari 5% ke 15%,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (6/5). 

Baca Juga: Cara Instan Tarif PPN

Faisal mengatakan pemerintah masih perlu mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak terutama dunia usaha untuk meningkatkan tarif PPN.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×